Hati-Hati, Diet Tidak Teratur Bikin Siklus Menstruasi Berantakan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Siklus menstruasi yang teratur merupakan tanda sistem reproduksi yang sehat. Namun, jika sedang melaksanakan diet yang tidak teratur dan mempunyai pola makan yang buruk akan mempengaruhi siklus menstruasi.

Mengutip Klikdokter, Kamis (11/11/21) siklus menstruasi yang normal terjadi setiap 21-35 hari sekali dengan lama pendarahan 2-7 hari. Oleh karena itu, perhatikan apakah siklus menstruasi Anda sudah teratur?

Keseimbangan hormon estrogen dan progesteron dalam hormon tubuh wanita ini sangat memengaruhi teratur tidaknya siklus haid. Pola makan adalah faktor siklus haid yang paling sederhana di gaya hidup seseorang.

Hubungan pola makan dengan siklus menstruasi cukup erat. Sebab itu, bagi pelaku diet perlu menyeimbangi menu diet sehat dengan beraktivitas untuk menghindari siklus diet tidak teratur.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Diet Ketat bisa Jadi Penyebabnya

Ilustrasi Menstruasi (Photo by Polina Zimmerman from Pexels)
Ilustrasi Menstruasi (Photo by Polina Zimmerman from Pexels)

Pola makan tidak sehat akan memengaruhi status gizi seseorang, yang berdampak pada siklus mensturasi. Bahkan, wanita tersebut akan mengalami gangguan makan seperti anoreksia nervosa atau bulimia.

Bila tubuh memiliki jumlah lemak yang sedikit, maka kadar estrogen yang dihasilkan tak cukup untuk membangun dinding rahim, dimana nantinya meluruh sebagai darah menstruasi. Hal ini menjadi sebab jika Anda diet ketat hingga berat badan turun drastis.

Penulis: Alicia Salsabila

Infografis 5 Alasan Diet Tidak Berjalan Lancar

Infografis 5 Alasan Diet Tidak Berjalan Lancar. (Liputan6.com/Lois Wilhelmina)
Infografis 5 Alasan Diet Tidak Berjalan Lancar. (Liputan6.com/Lois Wilhelmina)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel