Hati-hati, Ikuti Saran Ahli untuk Hindari Kesalahan Kelola Uang Ini

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Kesalahan mengelola keuangan kerap terjadi pada sebagian orang. Penyebabnya bisa terjadi karena kurangnya pemahaman bagaimana dapat mengelola uang dengan baik.

Karena itu, setiap orang seharusnya sudah belajar sejak dini mengenai pengelolaan uang agar bisa mencapai kesuksesan finansial. Walau sekiranya itu terlihat mudah, janganlah meremehkan.

Melihat sebuah studi yang dilakukan Finder.com pada 2019, faktanya ada sekitar 126,5 juta orang dewasa yang berbasis di Amerika mengaku seringkali melakukan kesalahan terhadap pengelolaan keuangannya. Hal itu pasti terjadi meski sekali seumur hidup.

Kesalahan pengelolaan keuangan memang terbilang subjektif. Namun pada umumnya, kesalahan pengelolaan keuangan bisa saja dihindari dengan mudah.

Berikut ini 5 kesalahan yang paling umum mengenai pengelolaan keuangan dan langkah yang bisa diambil untuk menghindarinya, seperti melansir laman CNBC, Sabtu (13/2/2021).

1. Tidak memiliki dana darurat

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari tahun 2020, khususnya mengenai finansial. Dari adanya masa pandemi yang menyebabkan banyaknya pegawai yang terkena PHK, seharusnya hal itu menjadi sebuah kesadaran bahwa dana darurat itu sangat penting. Melalui dana tersebut, seseorang bisa menggunakannya ketika terjadi hal-hal tak terduga.

Ketika tak memiliki dana darurat, mungkin salah satu jalan keluarnya Anda akan mencari pinjaman. Sebenarnya hal tersebut kurang tepat karena dengan pinjaman dia akan berbunga dan bisa jadi bunga tersebut lebih besar.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda bisa mengumpulkan dana darurat ketika masih memiliki penghasilan. Walau hanya sedikit, itu tak masalah. Leslie Tayne, pengacara pelepas tagihan di Tayne Law Group, mengatakan, mulialah dari yang kecil.

Jangan lakukan pengumpulan dana darurat sebelum melunasi tagihan yang ada, itu adalah hal buruk.

2. Tidak mempertimbangkan pembayaran tagihan

Ketika Anda memiliki beberapa tagihan yang harus dibayarkan, seperti pembayaran sekolah, mobil, atau kartu kredit, prioritaskanlah mana dulu yang harus dibayarkan. Memang semuanya penting dan harus dibayar, tetapi Anda harus bisa melihat mana tagihan yang harus dibayar secepatnya.

Karena itu, cobalah membuat rincian tagihan beserta berapa nominal yang harus dibayarkan. Kelly Welch, CFP yang berbasis di Pennsylvania di Girard menyarankan, sebaiknya prioritaskan terlebih dahulu tagihan yang memiliki suku bunga tertinggi. Kemudian dsambung dengan ke tagihan bersuku bunga rendah.

3. Tidak memanfaatkan peluang

Ilustrasi uang. Sumber foto: unsplash.com/Sabine Peters.
Ilustrasi uang. Sumber foto: unsplash.com/Sabine Peters.

Salah satu kesalahan mengenai keuangan ini mungkin sering terjadi dan dilakukan anak muda. Ketika seorang atasan menawarkan 401(k), Anda pun harus memastikan bahwa saat berkontribusi bisa mendapatkan keuntungan dengan maksimal.

Manfaatkanlah apa yang Anda lakukan ketika berkontribusi dan sesuaikan keuntungan dengan hasil kerja Anda.

“Dengan tidak berkontribusi, pada dasarnya Anda akan meninggalkan uang di atas meja. Padahal setiap kontribusi kecil dapat membantu Anda menjadi lebih baik,” ujar Welch.

Kalaupun ketika diminta untuk berkontribusi, lakukanlah dengan maksimal. Meski sudah mengetahui keuntungan yang akan didapatkan nantinya, Anda harus tetap bekerja dengan baik.

4. Tidak memantau kredit atau pengaturan layanan peringatan

Ini pun salah satu poin yang seringkali terjadi pada setiap orang. Memantau kartu kredit itu penting untuk menghindari penyalahgunaan atau penipuan yang terjadi atas nama Anda.

Saat ini segalanya mudah untuk dilakukan. Anda bisa selalu memantau akun kredit menggunakan handphone dengan membuat akun atau masuk ke akun.

Biasanya ketika memiliki akun tersebut, akan dikaitkan dengan nomor telepon atau email. Oleh karena itu, segala aktivitas yang terjadi terhadap akun Anda akan dikirimkan ke nomor telepon atau email tersebut.

5. Menghamburkan uang ketika banyak uang

Ketika seseorang memiliki pendapatan yang meningkat, seringkali mereka merasa tak sabar untuk pergi berbelanja. Hal itu kerap kali dilakukan mungkin bagi hampir sebagian besar orang.

Jika dipikir, hal tersebut tentu kurang baik. Ketika memiliki uang berlebih kemudian dibelanjakan berbagai barang yang mungkin sebenarnya tidak diperlukan.

Daripada uang tersebut digunakan untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak diperlukan atau harganya terlalu mahal, lebih baik gunakanlah uang tersebut untuk tunjangan jangka panjang dan pendek Anda serta disimpan dan digunakan jika ada kejadian di waktu mendesak.

“Meskipun merayakan pencapaian dapat menciptakan hal positif, pemikiran tersebut membuat seseorang akan mengeluarkan lebih banyak uang ketika mendapat rezeki nomplok,” ujar Joe Lum, CFP yang berbasis di California dan penasihat kekayaan di Inersect Capital.

Pastikanlah dulu Anda memiliki rencana untuk kenaikan gaji yang bisa digunakan untuk melunasi tagihan dan menabung.

Mungkin salah satu menghindari gaya hidup yang terlalu mewah, Anda bisa menghindari bahkan berhenti bermain media sosial. Di media sosial, seseorang cenderung akan terus menerus membandingkan diri dengan orang lain.

Ketahuilah, berbelanja lebih banyak dan tidak diperlukan tidak akan membuat bahagia berjangka panjang dibandingkan dengan fokus pada hubungan sosial, pengalaman, dan selalu memberi ke sesama ketika Anda mampu.

Reporter: Aprilia Wahyu Melati

Saksikan Video Ini