Hati-Hati!! Ini Manusia Terkejam di Bumi, Hobi Membunuh dan Perkosa

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Peringatan penting bagi seluruh umat manusia di muka bumi. Berhati-hatilah dengan pria bernama Bi Sidi Soulemane alias Panglima Sidiki Abbas ini.

Sebab, dia saat ini tercatat sebagai manusia paling kejam dan sadis di dunia. Suka membunuh, memperkosa wanita, menjarah, menculik dan menyiksa secara tak manusiawi.

Dia kini sedang diburu oleh Interpol. Dan seluruh negara dunia diminta untuk menangkapnya jika menemukannya.

Bi Sidi diburu Interpol sesuai dengan sanksi pelanggaran HAM berat yang dikeluarkan Dewan Keamanan PBB.

Dari informasi yang dihimpun VIVA Militer, Senin 10 Agustus 2020, PBB telah menerbitkan sanksi terhadap Bi Sidi.

"Bi Sidi Souleman memimpin kelompok milisi yang berbasis di Republik Afrika Tengah (CAR) Retour, Rrclamation, Rehabilitation (3R) yang telah membunuh, menyiksa, memperkosa, dan mengungsi warga sipil dan terlibat dalam perdagangan senjata, perpajakan ilegal kegiatan, dan peperangan dengan milisi lain sejak pembentukannya pada tahun 2015.

Bi Sidi Souleman sendiri juga pernah terlibat dalam penyiksaan. Pada 6 Februari 2019, 3R menandatangani Perjanjian Politik untuk Perdamaian dan Rekonsiliasi di CAR tetapi telah terlibat dalam tindakan yang melanggar Perjanjian dan tetap menjadi ancaman bagi perdamaian, stabilitas, dan keamanan CAR.

Misalnya, pada 21 Mei 2019, 3R menewaskan 34 warga sipil tak bersenjata di tiga desa, yang kebanyakan mengeksekusi pria dewasa. Bi Sidi Souleman secara terbuka mengkonfirmasi kepada Entitas PBB bahwa ia telah memerintahkan elemen 3R ke desa-desa pada tanggal penyerangan, tetapi tidak mengakui memberikan perintah untuk membunuh 3R" tertulis di situs resmi DK PBB.

Bersamaan dengan penerbitan sanksi ini, DK PBB juga menerbitkan notice kepada Interpol untuk melakukan penangkapan terhadap Bi Sidi. Dan meminta semua negara terlibat aktif untuk meringkusnya jika memasuki wilayah negara bersangkutan.

Tak hanya PBB, Amerika Serikat juga menerbitkan sanksi serupa terhadap Bi Sidi. Amerika menjatuhkan sanksi pembekuan aset dan larangan perjalanan ke negara mana pun yang tergabung sebagai anggota PBB.

Sanksi diterbitkan Amerika pada 7 Agustus 2020 sesuai dengan surat perintah eksekutif nomor 13667.

"Amerika Serikat mendukung Perjanjian Politik Februari 2019 untuk Perdamaian dan Rekonsiliasi di Republik Afrika Tengah. Perjanjian ini memberikan harapan terbaik untuk masa depan yang bebas dari kekerasan dan ketidakstabilan bagi orang Afrika Tengah. Perjanjian ini menyatakan bahwa pelanggaran apa pun cenderung membuat pelakunya terkena sanksi internasional.

Pada Juni 2020, 3R mengumumkan penangguhan partisipasinya dalam implementasi Perjanjian. Tindakan hari ini mengisyaratkan bahwa Amerika Serikat tidak akan mentolerir mereka yang melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan akan mencegah pelaku tersebut mendapatkan keuntungan dari sistem keuangan AS. Selain itu, sanksi PBB terkait mewajibkan semua Negara Anggota PBB untuk memberlakukan pembekuan aset dan larangan perjalanan di Souleymane," tulis di situs resmi Pemerintah Amerika.

Baca: Konspirasi Jahat Pangeran Arab ke Rusia Terbongkar, CIA Marah Besar