Hati-hati Jangan Sering Panaskan Menu Lebaran, Ini Bahayanya

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pekan depan, umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442H. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, sejumlah persiapan telah dilakukan oleh masyarakat, termasuk dengan hidangan apa yang akan disajikan saat lebaran.

Ya meski lebaran masih satu pekan lagi, namun tidak sedikit dari ibu rumah tangga sudah mulai mencari tahu resep-resep masakan yang akan dihidangkan saat lebaran. Berbicara hidangan lebaran di Indonesia tentu saja tidak bisa terlepas dari hidangan bersantan.

Sebut saja gulai kambing atau sapi, rendang, opor ayam hingga ketupat sayur. Siapa sih yang tidak bisa tahan dengan godaan gurihnya hidangan tersebut yang berpadu dengan tekstur lembut dari daging.

Soal makanan lebaran, ada nih kebiasaan yang sering dilakukan oleh ibu rumah tangga yang ternyata dapat membahayakan kesehatan tubuh. Salah satunya adalah memanaskan olahan makanan tersebut. Sebut saja rendang atau opor ayam yang jika dipanaskan kembali akan membuat cita rasa dari hidangan tersebut semakin lezat.

Tapi ternyata memanaskan makanan bersantan itu berbahaya, hal itu diungkapkan oleh spesialis gizi klinik, dr, Feni Nugraha, MARS, Sp.GK dalam tayangan Hidup Sehat TvOne, Kamis 6 Mei 2021.

"Memanaskan makan berulang bisa membuat zat gizi rusak terutama kandungan vitamin e. Vitamin e ini sifatnya antioksidan," kata dia.

Selain itu, memanaskan makanan bersantan berulang juga membuat kandungan garam dalam masakan tersebut menjadi lebih tinggi. Hal ini perlu diperhatikan oleh mereka yang memiliki darah tinggi atau hipertensi.

"Memanaskan makanan bersantan berulang juga membuat kandungan lemak jenuh semakin bertambah," kata Feni.

Ia menambahkan, memanaskan makanan bersantan berulang juga akan menimbulkan senyawa yang berbahaya bagi tubuh seperti hidroperoksida, aldefit yang bersifat karsinogenik atau memicu kanker.

"Sebaiknya jangan dimasak berulang karena akan berbahaya untuk kesehatan," ujar Feni.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel