Hati-hati, Tubuh Sehat Pun Berpotensi Alami Badai Sitokin

·Bacaan 1 menit

VIVA – Saat menjadi bintang tamu di podcast Deddy Corbuzier, Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, sempat mempertanyakan mengapa Deddy Corbuzier, sampai terkena badai sitokin yang menyebabkannya kritis saat terinfeksi COVID-19.

Padahal, ayah dari Azka Corbuzier itu memiliki tubuh yang bugar. Tidak hanya itu, Deddy juga menjalani gaya hidup sehat dan tidak memiliki komorbid.

Terkait hal tersebut, Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan, dr. Herman, Sp.P, menjelaskan bahwa ada dua faktor yang menyebabkan pasien COVID-19 terkena badai sitokin. Apa saja?

"Yang pertama kondisi imun dari pasien itu sendiri. Yang kedua adalah banyaknya virus yang masuk ke dalam tubuh pasien," ujarnya saat webinar VIVA Talk yang digelar VIVA.co.id, Kamis 26 Agustus 2021.

"Jadi apabila imunnya kurang bagus, kemudian memiliki komorbid, tentu ini juga berisiko terjadinya badai sitokin," lanjut dia.

Namun, dokter Herman menambahkan, meski kondisi tubuh pasien dalam keadaan sehat dan sehari-harinya menjalani gaya hidup sehat, pasien yang bersangkutan tetap berpotensi mengalami badai sitokin.

"Seperti artis Deddy Corbuzier, di mana hidup sangat sehat, namun bisa juga timbul badai sitokin. Di sini viral load atau jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh sangat banyak, sehingga respons imun yang berlebihan timbul yang menyebabkan badai sitokin," terang dia.

Lalu, bagaimana cara penanganan pasien COVID-19 yang mengalami badai sitokin hingga kondisinya menjadi kritis?

"Untuk penanganan badai sitokin namanya aja badai. Jadi kondisi peradangan di situ timbul sangat hebat sehingga harus dilakukan perawatan secara intensif, diawasi secara ketat dan diberikan obat-obatan untuk menekan kondisi badai tersebut," jelasnya.

"Ibaratnya terjadi seperti kebakaran di dalam tubuhnya itu memang harus ditekan, atau dipadamkan kebakaran tersebut," imbuh dr. Herman.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel