Hatta: Indonesia Harus Kurangi Impor Bahan Baku

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

Jakarta (ANTARA) - Indonesia harus mengurangi impor bahan baku yang jumlahnya semakin besar dan mengurangi ekspor bahan mentah, kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, M. Hatta Rajasa, seusai rapat koordinasi Menko Perekonomian, di Jakarta, Rabu (7/9).

"Semakin tinggi pertumbuhan sektor industri dalam negeri, maka semakin banyak kebutuhan bahan penolong impor. Oleh karena itu, kita akan membangun pabrik-pabriknya (bahan baku) di dalam negeri," kata Hatta.

Indonesia dapat memanfaatkan pengurangan maupun pembebasan pajak penghasilan (tax allowance dan tax holiday) untuk membantu mendirikan industri petrochemical dan industri bahan baku, tambah Hatta.

Hatta mengatakan, tim Peningkatan Ekspor dan Peningkatan Investasi (PEPI) juga telah mencermati upaya dalam meningkatkan ekspor bahan baku yang tidak hanya mementingkan sisi kuantitas, namun juga memerhatikan sisi kualitas barang yang diekspor.

"Artinya bahwa hilirisasi dari produk ekspor yang lebih kepada bahan mentah harus menjadi perhatian serius agar bisa dikurangi," ujar Hatta.

Hatta menegaskan, upaya tersebut dilakukan untuk memperluas pasar domestik dan tidak menjadikan Indonesia sebagai pasar domestik bagi negara lain meski Indonesia tetap menganut sistem pasar yang terbuka.

"Dengan membangun industri manufaktur, hal itu merupakan penyerapan tenaga kerja yang besar serta dapat mengisi pasar domestik dan ekspor," kata Hatta. Ia menambahkan, hal itu juga didorong untuk memenuhi bahan baku Indonesia karena impor bahan baku dalam negeri masih tinggi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, pada tahun 2010, nilai impor Indonesia sebesar 135,61 miliar dolar AS, naik 40,05 persen dari tahun 2009 (96,83 miliar dolar AS).

Peningkatan nilai impor bahan baku Indonesia pada 2010 sebesar 41,73 persen, menjadi 98,69 miliar dolar AS, dimana pada tahun 2009 sebesar 69,63 miliar dolar AS.

Sejumlah negara yang menjadi pengimpor non-migas terbesar ke Indonesia pada tahun 2010 secara berturut-turut yaitu China (19,69 miliar dolar AS), Jepang (16,91 miliar dolar AS), dan Singapura (10,05 miliar dolar AS).


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...