Haul Gus Dur, Erick Thohir: Beliau Menjadi Teladan Saya dalam Membangun Kebijakan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bagi Menteri BUMN Thohir, mendiang Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur merupakan sosok yang masih memberikan perekat bagi beragam agama di Tanah Air. Dalam momentum peringatan wafatnya Gus Dur pada 30 Desember 2021, Erick menganggap sosok yang dikenal pluralis itu masih hidup di tengah masyarakat Indonesia.

"Walau sudah 12 tahun seorang Guru Bangsa KH Abdurrahman Wahid sudah meninggalkan kita semua, namun spirit beliau sebagai perekat lintas agama, etnis, bangsa dan identitas lainnya terus hidup di tengah-tengah kita," ujar Erick lewat tayangan video yang disiarkan dalam acara Haul Gus Dur Ke-12, Kamis malam (30/12/2021).

Ajaran soal toleransi yang sering dilontarkan Gus Dur menurut Erick Thohir menjadi inspirasi baginya. Dia mengaku, Gus Dur selama ini adalah teladan dalam merumuskan sejumlah kebijakan.

"Beliau menjadi teladan saya dalam membangun kebijakan-kebijakan yang bertujuan membawa kemaslahatan bangsa. Indonesia patut berbangga memiliki tokoh bangsa seperti Gus Dur," katanya.

Wafatnya Gus Dur

Gus Dur wafat pada 30 Desember 2009. Almarhum tutup usia pada pukul 18.45 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Kabar duka ini pertama kali disampaikan Ketua Tim Dokter, Yusuf Misbah, yang merawat Gus Dur sejak 26 Desember 2009 di RSCM.

Ia dibawa ke rumah sakit akibat kondisi kesehatannya yang terus menurun setelah melakukan ziarah ke makam sejumlah ulama di Jawa Timur.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel