Haul ke-2 Mbah Moen, Para Santri Siap Lanjutkan Perjuangan

·Bacaan 2 menit

VIVA - Tidak terasa, sudah dua tahun ulama kharismatik, KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen meninggal dunia. Ia wafat di Mekah, Arab Saudi, pada Selasa pagi waktu setempat, 6 Agustus 2019.

Keluarga besar Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Semarang, Jawa Tengah, pun turut memperingati haul ke-2 Mbah Moen pada Kamis, 15 Juli 2021, malam, atau 5 Dzulhijjah 1442, bertepatan dengan dua tahun meninggalnya Mbah Moen yang wafat pada 5 Dzulhijjah 1440 lalu.

Pengasuh Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kiai Fadlolan Musyaffa, menuturkan dalam haul yang diisi dengan pembacaan Surat Yasin fadhilah dan tahlilan ini, para santri meneladani semua perjuangan dan ijtihad yang dilakukan Mbah Moen selama hidupnya. Mbah Moen merupakan sosok yang alim, ahli fiqih (faqih), ahli hikmah yang hingga saat ini Indonesia belum menemukan sosok penerus sepertinya.

“Banyak sekali kenangan yang kami alami bersama Mbah Moen dari tahun 1993 saat kami sowan untuk meneruskan pendidikan ke Mesir. Berdirinya Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan ini juga berkat saran dan dorongan Mbah Moen,” kata Kiai Fadlolan yang juga merupakan Wakil Sekretaris Majelis Syariah DPP PPP, melalui keterangan persnya, Jumat, 16 Juli 2021.

Mbah Moen, lanjut dia, bahkan menyempatkan diri untuk datang langsung ke pesantren untuk memanjatkan doa saat peletakan batu pertama dan saat menambah lantai kedua gedung di pesantren.

“Mbah Moen duduk bersimpuh mendoakan pesantren dan pengasuhnya dengan penuh haru sampai menitikkan air mata dalam doa. Beliau mendoakan pondok ini akan menjadi Pondok Pesantren besar yang santrinya berasal dari seluruh Indonesia. Beliau berdoa pondok ini akan menjadi mambaul ulum atau pusatnya ilmu,” kata Kiai Fadlolan.

Baca juga: Muhammadiyah Sebut Mbah Moen Tak Kenal Lelah dalam Pergumulan Politik

Kiai Fadlolan bertekad untuk meneruskan perjuangan Mbah Moen yang sampai akhir hayatnya menjabat sebagai Ketua Majelis Syariah DPP PPP. Ia yakin tujuan perjuangan Mbah Moen di semua lini adalah untuk mencetak generasi bangsa yang tangguh, meneruskan perjuangan agama di masa datang.

“Perjuangan Mbah Moen adalah teladan yang harus kita perjuangankan setelah kepergian beliau. Sebagai santri beliau, kita harus memiliki semangat yang beliau wariskan untuk berjuang demi bangsa dan agama,” tutur Fadlolan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel