Hawking dan Ilmuwan "Partikel Tuhan" Dihadiahi Duit Rp 29 M

Liputan6.com, Ilmuwan kontroversial, Stephen Hawking dan para ilmuwan CERN penemu "partikel Tuhan" mendapat rejeki nomplok. Yayasan milik seorang miliader asal Rusia akan mengadiahkan penghargaan bidang fisika sekaligus uang sebesar US$ 3 juta atau sekira Rp 28,9 miliar.

Seperti dimuat SPACE.com (11/12/2012), Hawking diganjar penghormatan atas kerjanya menemukan lubang hitam (black hole). Juga "kontribusi besarnya pada gravitasi kuantum dan aspek kuantum dari pembentukan awal alam semesta." Khususnya untuk teori radiasi samar dari lubang hitam, yang disebut juga teori "radiasi Hawking"

Sementara para ilmuwan CERN dinilai layak dapat penghargaan atas keberhasilan mereka tahun ini menemukan partikel baru yang 99 % konsisten dengan Higgs boson -- yang juga tenar dengan nama "partikel Tuhan".  

Higgs boson dihasilkan di akselelator atom terbesar di dunia, Large Hadron Collider (LHC) di Jenewa, Swiss.

Meski kalah gengsi,  penerima Fundamental Physics Prize mendapatkan uang lebih banyak dibanding Nobel. Digagas tahun lalu oleh fisikawan yang banting setir jadi pengusaha, Yuri Milner, itu merupakan anugrah sains paling kaya di dunia.

Dalam surat elektroniknya pada Guardian, Hawking mengaku senang dan merasa terhormat mendapat penghargaan itu. Meski, "tak ada ilmuwan melakukan penelitian fisika hanya untuk mendapatkan penghargaan.  Kerja keras kami akan terbayar jika berhasil menemukan sesuatu yang baru," kata dia.

Namun, Hawking mengatakan, penghargaan memainkan peran penting, sebuah pengakuan publik atas prestasi seseorang dalam fisika. "Meningkatkan derajat fisika dan membuat orang makin tertarik mempelajarinya."

Hawking mengatakan, uang hadiahnya itu akan diberikan pada putrinya. Agar cucunya yang autis bisa mendapat perawatan yang lebih baik. Fisikawan kontroversial itu juga berniat membeli sebuah vila, untuk berlibur, di sela kesibukannya mengerjakan teori fisika rumit.

Sementara, hadiah untuk CERN akan dibagi untuk tujuh ilmuwan yang terlibat dalam megaproyek itu. Termasuk, Peter Jenni dan Fabiola Gianotti dari tim ATLAS; Michel Della Negra, Tejinder Singh Virdee, Guido Tonelli, dan Joe Incandela dari tim CMS, dan  kepala proyek LHC, Lyn Evans. (Ein)