Hay Chemilz Kreasikan Menu Lemper dengan Banyak Varian Lezat

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Sebagian besar sektor di Indonesia terdampak akibat pandemi. Mulai dari perusahaan sampai pengusaha tak luput dari efek pandemi. Bagi perusahaan, banyak karyawan terpaksa di rumahkan dan para pengusaha harus rela gulung tikar akibat pandemi.

Namun, tidak bagi Michael Prasetio. Pria tersebut tak mau menyerah saat pandemi, ia terpaksa putar otak untuk mengubah pola bisnisnya yang dari pengusaha melayani catering para pekerja kantoran.

Ketika kebijakan Work From Home (WFH) diterapkan pemerintah, Michael enggan mengorbankan karyawannya supaya tidak di rumahkan.

"Jadinya kami memutuskan untuk memproduksi produk lain yang ditujukan langsung ke customer, dengan brand Hay Chemilz," kata Mike, sapaan akrabnya saat berbincang dengan ManisdanSedap.com beberapa waktu lalu.

Ia menceritakan melalui pengalamannya yang terdahulu, ia memutuskan untuk berjualan lemper. Menurutnya, makanan berbahan dasar ketan ini dia nilai bisa menjadi menu penunda lapar yang lezat.

Pasalnya, saat dia pernah memiliki dua pekerjaan sekaligus dia kerap melewatkan makan pagi. Apalagi saat hectic, dia langsung lompat ke makan siang. Untuk mengganjal perut, dia kerap memilih sushi.

"Pernah terpikir roti, tapi bagi saya kurang nendang. Nah sushi itu kan simple, pakai satu tangan aja juga bisa dimakan dan kenyang. Tapi sushi makanan Jepang. Yang konsepnya mirip sushi ini, saya kepikiran lemper," katanya.

Lemper banyak varian

Kue Lemper. foto: sisisil.com
Kue Lemper. foto: sisisil.com

Menurut Mike, kudapan tradisional Indonesia ini punya banyak penggemar, dari berbagai kalangan. Dari situlah, ia membuat berbagaivarian lemper agar tidak membosankan. Tentu saja, harga tetap diperhatikan agar tetap ramah kantong.

"Variannya kami cocokkan dengan lidah orang kita. Serta make sure kalau lempernya memiliki komposisi protein yang cukup banyak untuk sekali makan dan mengenyangkan. Harga juga pas dikantong. Kami juga pakai ayam 100% untuk memenuhi kebutuhan protein," lanjutnya.

Mike mengatakan, ada banyak macam rasa dengan rempah khas Indonesia dan mancanegara. Ada lemper ayam woku untuk para pecinta pedas. Lemper ayam hainam pedas, ada yang dikukus dan ada yang digoreng.

"Ayam hainam ini kan sebenarnya makanan dari Singapura, tapi kebanyakan orang Indonesia suka. Jadi saya ingin memperkenalkan kalau ayam hainam itu juga cocok lho dipadukan dengan lemper ketan dan dengan cara makan yang mudah," katanya.

Lalu, ada juga lemper ikan cabe ijo untuk kalian yang tak terlalu suka ayam. Varian ini menjadi salah satu varian best seller lemper Hay Chemilz. Nah kalau tak suka pedas, ada varian lemper ayam pedas.

Selain rasa lezat, lemper Hay Chemilz juga halal dan tanpa tambahan bahan pengawet. Maka tak heran kalau penggemar lemper Hay Chemilz pun sudah banyak, walaupun lemper ini terbilang belum lama hadir.

haycemilz
haycemilz

"Sehari biasanya kami menjual lebih dari 300 lemper melalui cara pre order," kata Mike yang kini dibantu 6 orang karyawannya.

Bagi yang ingin mencicipi, lemper Hay Chemilz tak hanya bisa dinikmati oleh orang-orang yang tinggal di Jabodetabek. Lemper ini bisa dikirim ke luar kota kok.

Mike mengungkapkan, dia pernah mendapat pesanan dari beberapa kota ebsar di Indonesia.

"Kami pernah mengirim ke Semarang, Lampung, Bangka, Palembang, Yogyakarta dan Surabaya. Bahkan beberapa kali ke Singapura," katanya.

Jadi kamu tetap bisa menikmati lemper kekinian ini. Apalagi kalau cita-cita Mike yang berencana membuka kemitraan Hay Chemilz ini terwujud. Kemungkinan kotamu yang terlampaui jauh dari Ibu Kota pun bisa dijangkau lemper ini.

"Kami punya projek dengan slogan Kita Bangkit Bersama untuk membantu kembalinya perputaran ekonomi. Lewat program ini kami membuka 5 slot kemitraan secara gratis di lokasi yang berbeda-beda agar kita bangkit bersama," bebernya.

Untuk pesan lemper Hay Chemilz ini mudah kok, yuk cek langsung di ManisdanSedap.com ya!

(*)

Yuk PO Sekarang di ManisdanSedap!

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel