Hebat, 80 Persen UMKM Indonesia Tetap Beroperasi di Tengah Pandemi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Tanah Air sangat tangguh. Di tengah tekanan pandemi Covid-19, UMKM di Indonesia masih bisa bertahan dan tetap beroperasi.

Berdasarkan Survei BRI Micro & SME Index (BMSI), mayoritas pelaku UMKM di Indonesia sangat ulet, sehingga bisa menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19. Sebanyak 80 persen UMKM terus mempertahankan dan menjalankan bisnisnya di tengah kondisi yang menantang.

"Hanya 20 persen pelaku UMKM yang pernah berhenti beroperasi selama periode pandemi, yakni pada Maret 2020 hingga September 2021. Sementara sisanya, yakni sebesar 80 persen UMKM, terus mempertahankan bisnisnya di tengah pandemi," jelas Direktur Utama BRI Sunarso, dalam press conference Laporan Keuangan Triwulan III 2021 di Jakarta, Rabu (27/10).

Dalam survei tersebut, terlihat bahwa pelaku UMKM sangat optimistis di kuartal IV 2021 ini bisnis akan semakin membaik. Hal ini berdasarkan keyakinan bahwa pandemi Covid-19 semakin terkendali dan juga relaksasi berbagai aturan PPKM.

"Hal tersebut tergambar dalam ekspektasi Indeks Bisnis UMKM yang naik signifikan 49,8 persen ke level 132,0 (jauh di atas 100)," kata Sunarso.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Erick Thohir Apresiasi Langkah BRI Dampingi UMKM

Pelatihan online bertema “TANAM RERAMBAT: Tanaman Rempah Ramuan Obat” yang menghadirkan pendiri laman jamudigital.com Karyanto sebagai pembicara utama.
Pelatihan online bertema “TANAM RERAMBAT: Tanaman Rempah Ramuan Obat” yang menghadirkan pendiri laman jamudigital.com Karyanto sebagai pembicara utama.

Transformasi digital pada industri keuangan yang diadaptasi BUMN harus juga menjangkau ekonomi rakyat yang digerakkan oleh sektor UMKM.

Dengan literasi intensif untuk mengenalkan transformasi dan produk-produk transaksi digital, maka UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional akan lebih berdaya melalui efisiensi proses bisnis dan value baru dari bisnis yang dikembangkan.

Hal tersebut ditekankan Menteri BUMN, Erick Thohir saat melakukan kunjungan kerja di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (23/10/2021).

Dalam kunker kali ini, Menteri BUMN melihat efisiensi digitalisasi business process yang dilakukan Mantri BRI yang berperan sebagai tenaga pemasar sekaligus penasihat keuangan untuk menopang sentra industri Kampung Kain Tenun Tuan Kentang di Jakabaring, Palembang, Sumsel.

"Saya mengapresiasi langkah BRI dalam transformasi digital ini dengan cara menjemput bola ke sentra ekonomi rakyat dan juga UMKM. Keberadaan Mantri BRI dengan BRISPOT jelas membantu bisnis proses para pengrajin kain tenun di Kampung Tuan Kentang ini, sehingga semua proses transaksi, termasuk pengajuan kredit bisa dilakukan dengan cepat," ujar Menteri BUMN, Erick Thohir, di Palembang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel