Hebat, Tim Dokter Kostrad Berhasil Operasi Kepala di Bencana Gempa

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Luar biasa tim medis dari rumah sakit lapangan militer yang dibangun Komandan Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) di lokasi bencana gempa bumi Sulawesi Barat, berhasil menyelamatkan nyawa prajurit TNI dari penyakit tumor.

Penyelamatan gemilang itu berhasil dilakukan tim dokter Batalyon Kesehatan 2/Divisi Infanteri 2 Kostrad, Kapten Ckm dr Dedy Faroka dan anestesi dr Dwi.

Dari keterangan resmi yang dilansir VIVA Militer, Senin 1 Februari 2021, operasi pembedahan dilakukan terhadap seorang prajurit TNI terdiagnosa menderita Soft Tissue Tumor et Regio Frontalis.

Tumor itu tumbuh di dahi Sersan Dua Putu. Awalnya prajurit dari Korem 142//Taroada Tarogau mengeluhkan munculnya benjolan di dahi. Setelah dilakukan pemeriksaan akhirnya diputuskan untuk dilakukan tindakan operasi pembedahan.

Menurut Kapten Ckm ds Dedy Faroka, walau tindakan operasi kepala dilakukan di rumah sakit lapangan, tapi keseluruhan tindakan medis berjalan lancar dan operasi tuntas dalam tempo waktu satu jam saja.

"Alhamdulillah, operasinya berjalan lancar dan besok pasien sudah dapat kembali ke rumah," kata Kapten Ckm dr Dedy.

Sementara itu, terkait keberhasilan tim kesehatan ini, Komandan Yonkes 2 Kostrad, Letnan Kolonel dr Ayid Mahmud mengimbau warga di lokasi bencana untuk tak sungkan memeriksakan kesehatan mereka di rumah sakit lapangan tersebut.

"Prajurit-prajurit terbaik Batalyon Kesehatan 2 Kostrad akan menangani dan memeriksa dengan cepat sesuai dengan penyakitnya," katanya.

Yonkes 3 Kostrad dikerahkan ke lokasi bencana alam Sulawesi Barat beberapa waktu setelah gempabumi terjadi. Pengerahan batalyon ini sebagai bentuk operasi kemanusiaan tanggap bencana TNI AD, mengingat cukup banyaknya korban dalam bencana itu.

Rumah sakit lapangan militer Yonkes 2 Kostrad didirikan di lapangan Markas Korem 142/Taroada Tarogau di Mamuju.

Baca: Pendemo Ngamuk Mau Lempar Asbak, Jenderal Kopassus Ini Tetap Tenang