Hebatnya Penipuan Mobil Terbongkar oleh Takdir

·Bacaan 1 menit

VIVA – Setiap kendaraan bermotor dilengkapi dengan surat registrasi dari pihak kepolisian, yang berisi identitas sang pemilik serta data kendaraan.

Dokumen ini nantinya digunakan untuk validasi pembayaran pajak kendaraan, baik mobil maupun jenis lainnya, yang wajib dilakukan setiap tahun. Besarannya berbeda-beda, tergantung dari tipe serta berapa banyak unit yang dimiliki.

Bagi beberapa orang, pajak kendaraan adalah sebuah hal yang dianggap memberatkan sehingga mereka mencari cara untuk tidak membayarnya. Namun, sehebat-hebatnya akal mereka tetap kalah oleh takdir, seperti yang terjadi di India belum lama ini.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Cartoq, Senin 2 Agustus 2021, seorang petugas polisi merasa heran saat ada mobil melintas di depannya sebanyak dua kali dalam waktu berdekatan, namun kondisinya sedikit berbeda.

Ia kemudian curiga, bahwa dua mobil itu dikemudikan orang yang berbeda, namun menggunakan pelat nomor sama. Kedua kendaraan itu akhirnya berhasil diberhentikan, dan pemiliknya diperiksa.

Kedua mobil itu memang berasal dari model dan tipe yang sama, yakni Hyundai Eon warna putih. Saat diperiksa, identitas pemiliknya juga satu, yaitu Nillikuzhi yang bermukim di luar India.

Sementara itu, registrasi kendaraan memakai nama Akhil, yang setelah diinterogasi mengaku bahwa ia menjual satu unit Hyundai Eon ke Nillikuzhi.

Polisi menduga, bahwa si pemilik mobil sengaja membuat pelat nomor palsu untuk mobil yang kedua. Saat diperiksa lebih jauh, ditemukan bukti bahwa unit mobil tersebut juga diubah nomor rangka dan mesinnya, agar sesuai dengan Hyundai Eon yang pertama.

Pemalsuan itu dilakukan, karena kedua mobil dipakai untuk bisnis penyewaan dan pemilik tidak mau membayar pajak kendaraan. Tak hanya itu, kedua unit juga tidak dilengkapi dengan asuransi, yang hukumnya wajib di Negeri Hindustan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel