Hebatnya Tesla, Jual Rugi Mobil Listrik tapi Dapat Untung Besar

Yunisa Herawati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Saat ini jika berbicara mengenai mobil listrik, banyak orang pasti menyebut nama Tesla. Perusahaan yang berdiri sejak 2003 itu menawarkan produk kendaraan ramah lingkungan dan energi alternatif.

Elon Musk sebagai pendiri, bukan orang sembarangan. Ia dulunya berkecimpung dalam bidang Teknologi Informasi, sebelum beralih ke industri otomotif. Saat ini ia juga memiliki perusahaan yang bergerak dalam bidang transportasi ke luar angkasa.

Tesla Roadster menjadi salah satu produk awal mereka, satu unit bahkan saat ini sedang dalam perjalanan mengelilingi orbit antara Bumi dengan planet Mars.

Produk Tesla yang membuat Elon Musk jadi orang terkaya di dunia per 2020 kemarin, yakni Model S, Model 3, Model X, dan Model Y. Huruf dan angka tersebut sengaja dipilih, karena jika disambung akan membentuk kata S3XY.

Dilansir VIVA Otomotif dari Autoevolution, Selasa 2 Februari 2021, selama bertahun-tahun perusahaan yang bermarkas di California, Amerika Serikat itu selalu mengalami kerugian. Meski berhasil menjual hampir 500 ribu unit kendaraan tahun lalu, namun tidak ada untung yang didapatkan dari transaksi tersebut.

Bahkan, perusahaan yang memiliki pabrik produksi di Las Vegas dan China itu harus mengeluarkan biaya US$800 juta atau setara Rp11,8 triliun, untuk membuat dan mengirim seluruh unit pesanan konsumen di 2020. Lantas, dari mana uang yang membuat Elon Musk jadi pria terkaya di Bumi?

Rupanya Tesla memanfaatkan aturan yang diberlakukan oleh beberapa pemerintah negara bagian di AS, yakni California, Colorado, Connecticut, Maine, Maryland, Massachusetts, New York, New Jersey, Oregon, Rhode Island, dan Vermont.

Aturan yang dimaksud adalah mewajibkan semua produsen kendaraan untuk membuat dan menjual mobil listrik dengan presentase tertentu. Jumlah kendaraan ramah lingkungan tersebut akan dikonversi ke dalam kredit dengan nilai yang sudah ditentukan.

Jika hal itu tidak bisa dicapai, maka produsen tersebut bisa tetap memenuhi kuota dengan cara membeli kredit dari pabrikan lain yang punya banyak tabungan. Karena semua unit yang dijual Tesla bebas emisi, maka mereka memiliki saldo kredit yang sangat banyak dan bisa dibeli oleh perusahaan lain.