Heboh Afifah Bongkar Rival di Pilkada Depok Pernah Melecehkannya

Ezra Sihite, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Debat putaran ketiga yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk para kandidat di depok">Pilkada Depok sempat berlangsung panas pada Jumat malam, 4 Desember 2020.

Bahkan pada sesi pertengahan, calon Wakil Wali Kota nomor urut satu, Afifah Alia terlihat nyaris tak bisa menahan emosi. Peristiwa itu bermula ketika kubu lawan yakni calon Wakil Wali Kota nomor urut dua, Imam Budi Hartono menyindir intelektualitas Afifah ketika ditanya soal indeks pembangunan gender (IPG). Afifah mengatakan akan memberikan jawaban secara pribadi melalui pesan WhatsApp.

"Kalau (Afifah) pengen tahu, nanti saya WA (WhatsApp)," kata Imam dikutip pada Sabtu 6 Desember 2020.

Ketika tiba giliran Afifah menjawab, ia teringat kejadian yang dialaminya waktu itu. "Pak Imam jangan pernah WhatsApp saya, saya masih trauma dengan kejadian di Bandung," katanya.

Suasana studio debat yang disiarkan tvOne sempat hening. Rekan Afifah, Pradi Supriatna terlihat berusaha menenangkannya.

Adapun kejadian yang dimaksud Afifah adalah dugaan pelecehan secara verbal. Kala itu, kedua kubu bertemu di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani tes kesehatan sebagai syarat maju di Pilkada.

Jelang pembagian kamar, Imam berseloroh mengenai ajakan sekamar. Versi Afifah, Imam mengatakan, sekamar sama saya saja, bu Afifah. Namun Imam berdalih jika Afifah yang dimaksud adalah nama cucunya.

"Sekarang yang saya tanyakan, bagaimana pak Idris dan pak Imam akan," Afifah mengambil jeda dan tampak kesulitan melanjutkan kalimatnya dengan emosi yang tertahan."Merealisasikan IPG di Kota Depok

kalau pak Imam saja masih melecehkan saya dan saat itu pak Idris tertawa," tuturnya.

"Saya yakin enggak ada cucunya pak Imam namanya Afifah dan pak Imam bicara bukannya minta maaf kepada saya tapi malah bicara bahwa itu cucunya. Di situ enggak ada cucu pak Imam. Pak Imam jelas melecehkan saya. Bagaimana Pak Imam bisa meningkatkan IPG Kalau Pak Imam saja seperti itu," ucapnya sambil menahan emosi.

Begitu tiba giliran Idris-Imam menjawab, Idris menyela di awal.

"Mohon maaf, saya harapkan debat ini tidak mengarah ke persoalan pribadi, kita sudah sepakat dengan ketentuan," kata calon Wali Kota Depok petahana itu.

"Saya pada waktu itu tidak bicara seperti itu. Apa yang disampaikan oleh saya merupakan salah persepsi yang disampaikan oleh bu Afifah dan permasalahan ini saya rasa tidak perlu dibesar-besarkan masalah di publik seperti ini," ucap Imam.

Sementara Afifah tampak menggeleng-gelengkan kepala mendengar jawaban Imam.

Kader PKS itu menambahkan. "Kita anggap selesai, kita anggap closed. Kalau memang Bu Afifah merasa tersinggung, saya pribadi minta maaf, tetapi bukanlah itu maksudnya," ujarnya.