Heboh Air Kelapa Bisa Menetralisir Vaksin COVID-19, Ini Kata Ahli

·Bacaan 1 menit

VIVA – Beberapa waktu yang lalu, media sosial dihebohkan dengan berita mengenai anjuran untuk minum air kelapa usai mendapatkan vaksin COVID-19. Berdasarkan informasi yang viral tersebut, air kelapa disebut dapat menjadi efek penawar racun vaksin hingga menetralisir vaksin COVID-19.

"Buat anggota group yg sudah diVaksin karena dapat undangan, mohon siapkan kelapa ijo… jgn lupa, Bagi yang belum diVaksin persiapkan diri, Insya ALLAH air klapa ijo bisa jadi penawar effect racun Vaksin, Aamiin Ya Robbbal Alamin," tulis berita yang beredar tersebut.

Lalu, benarkah air kelapa dapat menetralisir atau mengganggu fungsi dari vaksin COVID-19? Spesialis gizi klinik, dr. Feni Nugraha, MARS, M.Gizi, Sp.GK, akan memberikan penjelasannya.

"Hingga sekarang tidak ada penelitian atau tidak ada hubungannya antara konsumsi air kelapa dengan menetralisir atau mengganggu fungsi dari vaksin," tegasnya dalam program Hidup Sehat tvOne, Kamis 29 Juli 2021.

Kendati demikian, dokter Feni tidak memungkiri bahwa air kelapa dapat membantu dalam meningkatkan daya tahan tubuh.

"Karena dia memang banyak memiliki kandungan nutrisi di dalamnya. Ada vitamin, mineral, ada antioksidan juga. Jadi memang dia membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menurunkan risiko penyakit. Tetapi setelah divaksin, misalnya ini netralin nih efek vaksin, itu mitos," terang dia.

Lebih lanjut Feni menegaskan, hingga saat ini belum ada satu jenis makanan pun yang dapat mengobati atau mengatasi COVID-19, termasuk kaitannya dengan vaksin virus corona. Namun, konsumsi air kelapa secara rutin, tetap memberikan banyak manfaat untuk kesehatan.

"Mengonsumsi air kelapa memang memberikan banyak manfaat kesehatan untuk tubuh karena kandungan vitamin, mineral dan antioksidan di dalamnya. Tetapi dengan catatan, dikonsumsi secara rutin," tutur dr. Feni Nugraha.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel