Heboh, Bayi Hiu Bermata Satu Ditemukan di Laut Kepulauan Aru Maluku

Daurina Lestari, antv/tvOne
·Bacaan 2 menit

VIVA – Warga Dusun Jarukin, Desa Maekor, Kecamatan Aru Selatan Utara, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, dihebohkan dengan penemuan seekor hiu bermata satu, seperti mata manusia, di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, Selasa 20 Oktober 2020.

Bayi hiu bermata satu itu ditemukan Juman Selfara, saat melaut di perairan Desa Maekor, Kecamatan Aru Selatan. Warga pun ramai-ramai turun ke rumahnya menyaksikan pemandangan langka itu.

Dadang Patty, menantu Juman Selfra, mengabadikan penemuan langka itu ke media sosial, dan ramai jadi perbincangan warganet.

Baca juga: Uji Klinis Vaksin COVID-19, Bio Farma: Belum Ada Laporan Negatif

Dadang menceritakan, hiu bermata satu ini ditemukan sekira pukul 09.00 WIT pagi. Saat itu mertuanya sedang ke pantai untuk mencari udang. Saat yang sama, jaring yang biasa dipakai untuk menangkap ikan masih berada di laut.

“Sesampai di sana untuk melihat jaringnya itu, tiba-tiba ia dikagetkan dengan hiu induk yang tersangkut jaring. Ia pun berupaya untuk menangkapnya dan langsung membawanya ke daratan," kata Dadang saat dihubungi Rabu 21 Oktober 2020.

Ditemukan lima bayi hiu

Induk hiu itu, dibawa nelayan asal Kepulauan Aru tersebut ke rumahnya. Di sana, hiu betina itu dibersihkan dan dibelah perutnya. Dalam perut hiu induk itu, diakui Dadang, terdapat empat bayi hiu yang kondisinya normal.

“Seorang keponakan saya melihat kalau ada satu lagi bayi hiu yang masih di dalam perut induk hiu itu. Lalu mertua memasukkan tangannya, ternyata benar ada satu ekor lagi bayi hiu tapi matanya satu, dan kepalanya juga berbeda," tuturnya.

Bayi hiu langka itu kemudian dikeluarkan, dan sontak mengagetkan keluarga Dadang, karena hiu itu hanya bermata satu, bulat seperti mata manusia.

Karena penasaran terhadap informasi ini, lanjut Dadang, banyak warga yang mendatangi rumahnya untuk melihat fenomena yang tak biasa itu. "Iya, banyak yang datang lihat karena sudah tersebar juga di media sosial (Facebook)," sambungnya.

Diakuinya, bayi hiu bermata satu ini baru pertama kali ditemukan di Kepulauan Aru. Saat ini, sambung Dadang, bayi hiu tersebut sudah dikeringkan melalui proses dijemur.

Sejauh ini, lanjut dia, dari dinas terkait maupun pihak peneliti juga belum ada yang datang melakukan pengecekan lebih lanjut terkait fenomena yang tak biasa itu.

Sementara itu, Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan, yakni Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (LPSPL) Sorong saat dihubungi VIVA mengatakan masih mengumpulkan informasi terkait hewan laut tersebut.

“Kami baru dapat info juga dari rekan kami di Satker Ambon. Kami belum punya informasi detail, dan saat ini kami masih sedang mengumpulkan informasi,” ujar Hendrik, salah satu petugas LPSPL Sorong, Rabu 21 Oktober 2020.

Laporan: Christ Belseran/Nelson Matinahoru/tvOne