Heboh Borong Susu Beruang, Netizen Usul Buat Kemasan Galon

·Bacaan 1 menit

VIVA – Munculnya video yang merekam situasi kehebohan kala sejumlah orang memburu susu kemasan kaleng telah menjadi viral dalam beberapa hari belakangan ini. Hal itu pun menjadi perbincangan saat ini.

Rekaman yang menunjukkan masyarakat berbondong-bondong mengambil kaleng susu merk Bear Brand pun disayangkan oleh sejumlah pihak lantaran abai dalam penerapan Protokol Kesehatan COVID-19.

Yang lebih disayangkan lagi, kejadian tersebut terjadi di saat pemerintah telah menerapkan kebijakan Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dalam upaya mengatasi lonjakan pesat angka positif COVID-19.

Dalam video yang jadi sorotan tersebut, tampak para konsumsen bisa membeli hingga dua dus kaleng susu tersebut tanpa berpikir panjang seolah berlomba untuk 'mengamankan' kebutuhan susu untuk mereka.

Terkait fenomena tersebut, produk susu itu memberikan tanggapannya mengenai situasi dalam rekaman video yang sempat menjadi sorotan itu.

Pada postingan dalam akun Instagram resmi produk tersebut, minuman yang ngetop dengan sebutan susu beruang itu menyampaikan sejumlah pesan berhubungan dengan kejadian yang sempat viral itu.

"Terima kasih atas kepercayaan terhadap produk BEAR BRAND. Kami terus melakukan yang terbaik agar dapat memenuhi permintaan para konsumen," tulis caption dalam salah satu postingan di akun @bearbrand_id tersebut, Minggu 4 Juli 2021.

"Yuk, tetap tenang dan terus menerapkan protokol kesehatan setiap saat. #JanganKendor #TetapJagaKondisi," imbau unggahan tersebut.

Menanggapi postingan itu, deretan netizen pun mengutarakan komentarnya. "Please, harga jgn sampai di naikkan," tulis komentar akun @esma_ud.

Ada pula komentar lainnya "Berhasil banget marketingnya," tulis akun @daeng_nita.

Bahkan ada juga yang punya saran dan ide seperti berikut ini. "Bikin versi yang galon," ungkap komentar akun @babyaul_.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel