Heboh Catur Indonesia karena Dewa Kipas, Ini Dia Jago Dunianya

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 3 menit

VIVA – Olahraga catur tiba-tiba menjadi sorotan dan populer di Indonesia. Sebabnya tak lain adalah kemunculan Dewa Kipas yang mengaku diperlakukan tidak adil oleh aplikasi Chess.com.

Pria yang belakangan diketahui bernama Dadang Subur itu melalui anaknya bersuara di media sosial. Dia tidak terima kena banned cuma karena mengalahkan International Master asal Amerika Serikat, Levy Rozman.

Dadang dan Levy bertemu dalam sebuah pertandingan di Chess.com. Dan kebetulan, pria yang menggunakan nama GothamChess itu sedang live streaming di Twitch.

Dia memeriksa histori pertandingan Dadang di Chess.com. Karena melihat ada kejanggalan, Levy langsung menduga lawannya tersebut sebagai seorang cheater atau pengguna program ilegal.

Alasan Levy mengatakan itu karena melihat statistik Dadang dalam menggerakkan bidak hampir sempurna, di atas 90 persen. Dan itu konsisten dilakukannya.

Usai pertandingan, Levy yang kalah mendapat dukungan dari penontonnya di Twitch. Lalu banyak yang menyerang akun Dewa Kipas dan tak lama kena banned oleh Chess.com.

Publik Indonesia meradang mengetahui Dadang diperlakukan tak adil. Terlebih dalam statusnya di media sosial, sang anak menyebut Levy sebagai seorang Youtube yang populer di Negeri Paman Sam.

Kabar ini jadi populer diperbincangkan di media sosial. Akun-akun Levy dan orang terdekatnya jadi sasaran kritik para warganet Indonesia.

Menantang Bertanding

Sampai akhirnya Dadang dan anaknya hadir menjadi narasumber di podcast Deddy Corbuzier. Mereka berbicara panjang lebar, sampai akhirnya membuat Grandmaster asal Indonesia, Irene Kharisma Sukandar bereaksi.

Irene merasa ucapan Dadang dalam podcast Deddy tersebut memiliki tendensi negatif terhadap olahraga catur. Salah satunya adalah profesi sebagai pecatur tidak memiliki pendapatan bagus.

Kemudian Irene membuka surat terbuka kepada Deddy. Dia tampil sebagai narasumber podcast dan memberi tanggapan atas apa yang diucapkan Dadang sebelumnya.

Dadang merasa diremehkan oleh Irene. Lalu dia menantang sang Grandmaster untuk bertanding, tapi pada akhirnya kalah dalam tiga babak.

Di luar pertandingan yang berakhir antiklimaks, apa yang terjadi di antara kedua orang tersebut memberi dampak positif bagi olahraga catur. Bagaimana tidak, pertandingan mereka disiarkan langsung dan ditonton 1,2 juta orang lebih.

Federasi Catur Internasional (FIDE) melalui Twitter-nya bahkan sampai mencuitkan jumlah penonton tersebut. Itu juga jadi pertanda jika duel Irene vs Dadang ikut mereka perhatikan.

Siapa yang Paling Jago di Dunia?

Di tengah populernya catur di Indonesia, menarik untuk melihat siapa sebenarnya jagoan catur di dunia. Pria berusia 30 tahun bernama Magnus Carlsen orangnya.

Dia berada di posisi tertinggi ranking catur dunia versi FIDE. Mendapat gelar Grandmaster sejak 2004, total ELO yang dia kumpulkan sejauh ini sebanyak 2.847.

Di bawah pria asal Norwegia tersebut ada wakil Amerika Serikat, Fabiano Caruana dengan total ELO 2.820. Sedangkan peringkat ketiga jadi milik wakil China, Liren Ding dengan ELO 2.791.

Pecatur Indonesia yang menempati ranking tertinggi di dunia adalah Grandmaster Susanto Megaranto. Dia ada di urutan 444 dengan total ELO 2.550.

Berikut 10 Besar Ranking FIDE:

1. Magnus Carlsen (Norwegia) - 2.847
2. Fabiano Caruana (AS) - 2.820
3. Liren Ding (China) - 2.791
4. Ian Nepomniachtchi (Rusia) - 2.789
5. Levon Aronian (Armenia) - 2.781
6. Alexander Grischuk (Rusia) - 2.777
7. Anish Giri (Belanda) - 2.776
8. Shakhriyar Mamedyarov (Azerbaijan) - 2.770
9. Wesley So (AS) - 2.770
10. Teimour Radjabov (Azerbaijan) - 2.765