Heboh Demokrat saat SBY di luar negeri

MERDEKA.COM,

Konflik internal di Partai Demokrat kembali mencuat. Lagi-lagi sang Ketua Umum Anas Urbaningrum menjadi sasaran tembak para elite partai. Penyebabnya, elektabilitas partai yang terus merosot hingga titik nadir. Sementara Ketua Dewan Pembina SBY yang diminta turun tangan, sedang berada di luar negeri.

SBY yang sedang berada di Jeddah, Arab Saudi, dalam rangkaian kunjungan kerjanya, menggelar jumpa pers khusus pada Senin (4/2) malam waktu setempat. SBY mengomentari soal hasil survei terbaru yang menempatkan partai yang didirikannya itu berada di bawah Golkar dan PDIP.

Anjloknya elektabilitas Demokrat berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) karena kuatnya opini publik yang menganggap kader-kader partai tersebut yang berada dalam pemerintahan sering terlibat kasus korupsi.

"Yang dibutuhkan Partai Demokrat sekarang ini adalah solusi dan faktor-faktor yang menyebabkan merosot (dukungan). Solusi yang tidak berkaitan dengan itu (faktor penyebab) bukan solusi yang 'cespleng' (tepat)," kata SBY.

Menanggapi adanya permintaan agar dia turun langsung untuk menyelamatkan Partai Demokrat, SBY mengatakan, tindakan dan tanggapannya terhadap permintaan tersebut harus jernih, rasional dan tidak emosional.

"Saya diminta menyelamatkan partai ini dan saya diminta mengambil alih dalam arti penyelamatan partai ini agar tidak terus merosot dan jatuh dalam pemilu yang akan datang," katanya.

"Saya akan memohon petunjuk Allah agar saya dituntun mengambil keputusan yang baik. Menyelamatkan Partai Demokrat tentu solusi yang akan saya pilih. Nanti tentu benar-benar rasional. Semua itu bisa terlaksana setelah mendapat ridho dari Allah," kata SBY.

Entah kebetulan atau tidak, kisruh di Partai Demokrat selalu bermula dari hasil survei. Desakan mundur kepada Anas selalu mengemuka ketika hasil survei menunjukkan Partai Demokrat diramalkan tidak akan jadi pemenang pemilu seperti pada 2009 lalu.

Desember 2012 lalu, saat Demokrat menggelar Silaturahmi Nasional di Sentul, Ruhut Sitompul yang sudah lama mendesak Anas mundur, kembali berkoar-koar akan menggulingkan Anas di acara yang justru dirancang untuk menyolidkan kader Demokrat.

"Aku lihat kader-kader di bawah bilang, kalau perlu dalam Silatnas kita gulingkan Anas. Ingat, kalau tidak ada Pak SBY dan wanbin, partai sudah karam ini karena ulah mereka," cetus Ruhut.

Pertengahan 2012 lalu, hasil survei yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) juga sudah memperingatkan terus turunnya suara Partai Demokrat.

"Tren Demokrat terus mengalami penurunan. Partai itu terancam akan menjadi partai papan menengah pada Pemilu 2014 mendatang," kata peneliti dari LSI Adjie Alfaraby, Minggu (17/6/2012).

Tren negatif ini telah terjadi sejak Januari 2011. Keika itu LSI merilis tingkat dukungan Demokrat sebesar 20,5 persen. Angka itu turun menjadi 15,5 persen pada Juni 2011. Dukungan sempat naik pada Oktober 2011 menjadi 16,5 persen. Namun kembali menurun pada Januari 2012 menjadi 13,7 persen dan 11,3 persen pada Juni 2012.

"Penurunan diakibatkan oleh kasus-kasus yang menyandera Demokrat, seperti Wisma Atlet dan Hambalang. Dalam kasus itu, petinggi Demokrat sering disebut terlibat. Selain itu ada ketidakpuasan dari masyarakat terhadap kinerja dan kepemimpinan SBY," ujar dia.

Apa kata Anas Urbaningrum soal permintaan lengser untuk yang kesekian kalinya dan soal turunnya elektabilitas partai? "Survei adalah survei, itu harus ditempatkan sebagai hasil survei saja. Survei bukan hasil pemilu. Karena itu tentu menggambarkan sesuatu yang dinamis," ujar Anas di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Selasa (5/2).

"Survei itu kan tidak statis hasilnya. Harus kita lihat dalam perspektif yang dinamis. Itu masukan untuk kader partai, kita tidak perlu kesurupan dengan hasil survei," tandasnya.

Menanggapi desakan mundur yang diajukan sejumlah elite partai, Anas mengaku belum mendengarnya. "Tidak ada. Saya tidak mendengar apa-apa itu," cetusnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.