Heboh Dosen Seks Oral di Palembang, Kenali 4 Bahayanya

Tasya Paramitha, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Dosen seks oral di Palembang menggegerkan masyarakat. Terlebih, pria berusia 43 tahun itu mengakui melakukan seks oral tersebut dengan anak-anak sebagai 'mangsanya'.

Diketahui, pria berinisial RN adalah dosen salah satu perguruan tinggi dan ditangkap oleh Polrestabes Palembang. Saat diciduk, RN tengah asyik melakukan seks oral dengan anak laki-laki berusia 14 tahun.

Baca Juga: Meski Tingkatkan Gairah Seks, Jangan Pakai 4 Benda Ini untuk Miss V

Lantas, apa bahaya seks oral jika dilakukan sembarangan? Berikut bahayanya yang perlu Kamu ketahui.

Dikutip dari laman Health, Jumat, 14 Agustus 2020, Mary Rosser, MD, asisten profesor kebidanan dan ginekologi di Columbia University Medical College mengatakan bahwa seks oral merupakan bagian dari hubungan intim, lantaran memiliki banyak risiko yang sama dengan hubungan jika tidak dilakukan secara bertanggung jawab.

Ilustrasi pria/laki-laki.
Ilustrasi pria/laki-laki.

"Saya katakan, ada masalah lain yang sangat serius dengan hubungan seks tanpa kondom, apakah itu melalui vagina atau oral, dan itu adalah penularan penyakit menular seksual," ujar dr. Rosser.

Seks oral bisa membuat juga bisa membuatmu terkena klamidia atau kencing nanah

Meskipun infeksi menular seksual (IMS) ini biasanya bermanifestasi di area genital, namun juga dapat muncul di mulut dan tenggorokan. Menyembuhkan IMS akibat bakteri ini biasanya memerlukan antibiotik dan perawatan seksual yang bersih dam higienis.

“Saya telah melihat infeksi di mana orang mengira mereka menderita radang tenggorokan dan mereka pergi ke pusat kesehatan mahasiswa,” kata Dr. Rosser.

“Ketika mereka dinyatakan positif klamidia atau gonore, mereka harus datang ke saya untuk pengobatan,” tambahnya.

Penularan Zika melalui sperma

Tahun 2016, seorang wanita Prancis terinfeksi virus Zika tidak lama setelah pasangan prianya kembali dari Brasil. Dokter memperkirakan bahwa dia mungkin terkena virus, yang biasanya menyebar melalui gigitan nyamuk, dengan melakukan seks oral padanya.

Diketahui, pasangan itu telah berhubungan dalam seks vaginal dan oral sejak pria itu bepergian ke Brasil.

"Mungkin saja dia terinfeksi virus Zika dari sekresi pra-ejakulasi atau ciuman dalam. Tetapi, kemungkinan besar dia tertular dari air maninya," tuturnya.

Seks oral dapat menularkan HPV, yang dapat menyebabkan kanker tenggorokan

Dulu para dokter mengira bahwa human papillomavirus (HPV), infeksi menular seksual yang paling umum di Amerika Serikat, tidak dapat memengaruhi mulut. Tetapi penelitian terbaru membuat mereka memikirkan kembali gagasan ini.

Para ilmuwan sekarang telah menunjukkan bahwa jenis HPV berisiko tinggi yang sama yang menyebabkan kanker serviks juga dapat ditularkan melalui seks oral dan berpotensi menyebabkan kanker kepala, leher dan tenggorokan.

Terlalu sering seks oral dapat menyebabkan cedera

Dalam laporan kasus BMJ baru-baru ini, dokter gigi merinci bagaimana seorang pasien yang secara teratur melakukan seks oral pada laki-laki. Ia memiliki lesi atau luka aneh di langit-langit mulutnya, karena ‘trauma tumpul’ selama oral seks.

Gerakan menghisap itu mungkin juga memainkan peran dan menyebabkan darah menggenang serta menggumpal di area ini.