Heboh Dugaan Oksigen Palsu di Tulungagung, Polisi Sebut Buat Ikan

·Bacaan 1 menit

VIVA - Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Farman, meminta masyarakat tidak berlebihan menyikapi isu dugaan oksigen palsu di Kabupaten Tulungagung. Apalagi, peristiwa tersebut terjadi pada ikan koi yang dibudidaya, bukan kepada pasien.

“Yang perlu ditekankan bahwa oksigen dalam tabung tersebut bukan digunakan untuk pasien atau manusia, tapi digunakan untuk ikan koi,” kata Kombes Farman kepada wartawan, Kamis, 22 Juli 2021.

Ia juga menegaskan bahwa perkara tersebut masih dalam penelusuran Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Tulungagung. Penyelidikan diperlukan untuk mengetahui secara pasti apa penyebab ikan koi tersebut mati, apa karena oksigen yang diduga palsu atau sebab lain.

Selain itu, pengusutan juga diperlukan untuk memastikan kandung yang ada di tabung oksigen yang dipakai peternak ikan koi, pihak yang pertama kali menginformasikan dugaan oksigen palsu tersebut.

“Perkara ini masih dalam penanganan Satreskrim Polres Tulungagung,” ujar Farman.

Baca juga: Awal Mula Heboh Oksigen Diduga Palsu di Tulungagung, Koi Mati

Sebelumnya, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tulungagung Ajun Komisaris Polisi Christian Kosasih mengatakan bahwa pihaknya telah meminta klarifikasi kepada sejumlah saksi, termasuk peternak ikan koi, sumber informasi dugaan oksigen palsu tersebut.

Tabung yang diduga berisi oksigen palsu juga disita untuk diuji di laboratorium kandungannya. “Update-nya nanti saya sampaikan lebih lanjut,” kata Christian dihubungi VIVA melalui sambungan telepon genggam.

Kehebohan itu bermula dari seorang peternak ikan koi bernama Alipin yang mengaku ikannya yang berada di dalam kemasan plastik mati setelah diisi oksigen. Tabung oksigen itu ia dapatkan dari temannya. Ia menduga ikan koinya mati karena oksigen diduga palsu itu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel