Heboh Isu Presiden 3 Periode, Fadli Zon: Mungkin Ada yang Cari Proyek

·Bacaan 2 menit

VIVA – Publik disuguhkan wacana Jokowi lanjut 3 periode yang saat ini menjadi polemik. Banyak pihak yang mengkritik dan menentang wacana ini karena dinilai inkonstitusional.

Terkait itu itu, Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Fadli Zon ikut menyorotinya melalui akun Twitternya, @fadlizon. VIVA sudah mengkonfirmasi dan meminta izin Fadli untuk mengutipnya. Eks Wakil Ketua DPR periode 2014-2019 itu tak setuju dengan wacana presiden 3 periode.

"Sdh benar pembatasan masa jabatan Presiden maksimal 2 kali. Sesuai semangat perubahan n demokrasi," tulis Fadli yang dikutip pada Rabu, 23 Juni 2021.

Baca Juga: Dituduh Cari Proyek dan Posisi Menteri, Begini Jawaban Qadari

Dia menyampaikan jika memang hasil dua periode seorang Presiden baik maka tinggal dilanjutkan penggantinya. Namun, bila kinerja selama dua periode berantakan maka menjadi tugas penggantinya untuk membenahinya.

"Klu hasil 2 periode baik, tinggal dilanjutkan penggantinya. Kalau 2 periode kacau n berantakan, diperbaiki Presiden baru. Di luar itu,mungkin ada yg cari kesempatan n cari proyek," tambah Fadli.

Wacana Jokowi lanjut 3 periode saat ini tengah jadi sorotan publik. Isu ini kembali digulirkan Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qadari bersama relawan lain yang tergabung dalam JokPro 2024.

Selain mendorong 3 periode, mereka ingin menduetkan Jokowi bersama Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto sebagai cawapres di Pilpres 2024. Wacana ini pun banyak ditentang dari sejumlah pihak terutama dari barisan oposisi.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid menilai wacana 3 periode adalah tindakan manuver inkonstitusional. Ia meminta Jokowi punya sikap tegas terhadap pihak yang terus melempar wacana 3 periode ke publik. HNW meminta demikian karena Jokowi pernah menyatakan penolakannya terhadap wacana tersebut.

Alasan Qadari

Qadari pun punya alasan ngotot mendorong Jokowi lanjut 3 periode. Salah satunya, ia ingin demokrasi sehat dan Pilpres 2024 jangan sampai menjadi ajang propaganda hoax.

Menurutnya, dengan bersatunya Jokowi dan Prabowo maka polarisasi di 2024 bisa diredam. Qadari juga siap menggalang kampanye Jokowi 3 periode karena dinilai ada masyarakat seperti sebagian pemilih PDI Perjuangan yang sudah setuju dengan wacana Jokowi 3 periode.

Namun, Qadari membantah ngototnya dia lantaran ada pihak tertentu di belakang layar. Ia juga menepis dapat proyek atau mengincar posisi menteri di kesempatan mendatang.

"Ya nggak lah, buat apa saya jadi menteri. Saya ini orang sukanya bebas. Saya sukanya bebas. Jangan kan jadi menteri, jadi dosen yang seminggu sekali yang jadwalnya tetap saja saya nggak cocok," ujar Qadari dalam Catatan Demokrasi tvOne yang dikutip VIVA pada Rabu, 23 Juni 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel