Heboh Jokowi Promosikan Bipang, Pidato Said Aqil soal Pasukan China

·Bacaan 3 menit

VIVA – Video Presiden Joko Widodo atau Jokowi mempromosikan makanan Bipang saat merayakan Idul Fitri menjadi pembicaraan di media sosial. Hal tersebut lantaran Bipang disebut adalah makanan babi panggang.

Namun, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi sekaligus Juru bicara Presiden Joko Widodo Mochammad Fadjroel Rachman membantah bahwa Bipang yang disebut Kepala Negara adalah babi panggang. Ia menyebut Bipang yang dimaksud yakni kue beras.

Selain pemberitaan mengenai penyebutan Bipang oleh Jokowi, berita terpopuler lainnya yakni mengenai Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyeru negara-negara Muslim untuk terus berperang melawan Israel.

Selanjutnya, pemberitaan mengenai pidato Ketua PBNU Said Aqil Siradj yang menyebut 'tanpa pasukan China tidak ada Indonesia' ramai dibicarakan. Selain tiga berita di atas, ada beberapa berita terpopuler lainnya yang tidak boleh kalian lewatkan.

Berikut lima berita terpopuler VIVA.co.id kanal news sepanjang hari Sabtu, 8 Mei 2021 yang dirangkum dalam round up:

1. Heboh Jokowi Promosikan Bipang, Jubir: Bukan Babi Panggang

Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memesan makanan khas daerah untuk melepas rindu mudik Lebaran 2021 menuai heboh di media sosial. Ini disebabkan pernyataan kepala negara yang mengaitkan Bipang dalam hari raya Idul Fitri tersebut.

Video pernyataan presiden tersebut bisa dilihat di akun instagram @bipangambawang. Akun ini membagikan ulang video yang ada di dalam tautan YouTube milik Kementerian Perdagangan dengan judul 05.05 Hari Bangga Buatan Indonesia.

"Sebuah kebanggaan kami dapat disebut oleh bapak Presiden @jokowi dalam pidato tadi malam di Kompas TV. Link video lengkap: https://youtu.be/J0hyEY3EtQA," tulis akun tersebut sebagaimana dikutip Sabtu, 8 Mei 2021.

Baca selengkapnya di sini

2. Pemimpin Iran Sebut Perang Melawan Israel adalah Melawan Terorisme

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyeru negara-negara Muslim untuk terus berperang melawan Israel, yang dia sebut bukan negara tetapi "pasukan teroris" melawan Palestina.

"Perang melawan rezim lalim ini adalah perang melawan penindasan, dan perang melawan terorisme. Dan merupakan tugas publik untuk melawan rezim ini," kata Khamenei dalam pidato yang disiarkan televisi, Jumat 7 Mei 2021.

Khamenei berbicara pada Hari Quds tahunan Iran, merujuk pada istilah Arab untuk menyebut Yerusalem, yang diadakan pada Jumat terakhir bulan puasa Ramadhan.

Baca selengkapnya di sini

3. Pidato Said Aqil soal Pasukan China, PBNU: Konteksnya Bicara Sejarah

Viral di media sosial video pidato Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menyebut 'tanpa pasukan China tidak ada Indonesia'. Terkait itu, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Masduki Baidlowi menyampaikan penjelasan bahwa video yang dimaksud adalah kejadian lama.

Masduki mengatakan pernyataan Said Aqil dalam video itu juga konteksnya soal sejarah.

"Itu pidato lama dan konteksnya bicara sejarah. Jadi, kalau dihubungkan pada saat ini, apalagi untuk menyudutkan orang perorang itu tidak benar," kata Masduki saat dikonfirmasi, Jumat 7 Mei 2021.

Baca selengkapnya di sini

4. Motivator Ini Ungkap Keunggulan Anindya Bakrie untuk Jadi Ketum Kadin

Dukungan kepada Anindya Bakrie untuk menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia terus mengalir. Baik dari kalangan pengusaha, UMKM hingga motivator.

Salah satu pengusaha yang juga berprofesi sebagai Motivator, Bung Mansur mendukung penuh Anindya Bakrie maju sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia. Ia mengaku telah cukup lama mengenal sosok Anindya Bakrie dan tahu bagaimana sepak terjangnya.

"Orangnya sangat baik, memberikan inspirasi bagi anak muda dan menjadi motivasi untuk menjadi pengusaha," kata Bung Mansur saat berbincang dengan VIVA, dikutip Sabtu, 8 Mei 2021.

Baca selengkapnya di sini

5. Airlangga Ungkap Nilai Tanaman Hias Lebih Tinggi dari Kopi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, florikultura atau tanaman hias merupakan salah satu bagian dari subsektor hortikultura yang memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan di Indonesia.

Dengan keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia, menurutnya, memberikan peluang bisnis tanaman hias baik untuk penyediaan kebutuhan dalam negeri maupun dunia yang pasarnya masih terbuka lebar.

Airlangga mengungkapkan, berdasarkan global market value tanaman hias mencapai US$22,329 miliar. Besaran ini menurutnya lebih tinggi dibandingkan kopi dan teh, tapi Indonesia baru memenuhi ceruk pasar dunia sebesar 0,1 persen.

Baca selengkapnya di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel