Heboh Kantor Wali Kota Magelang Dipasang Logo Mabes TNI

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kantor Wali Kota Magelang di Jalan Sarwo Edhie Wibowo, Magelang, dipasang lambang atau logo TNI oleh pihak Akademi TNI. Pemasangan logo TNI ini menyusul polemik kantor Wali Kota Magelang yang menggunakan aset milik Akabri (Akademi TNI).

Kasusnya sudah sekian lama bergulir dan kini mengemuka lagi. Logo Mabes TNI terpantau mulai terpasang di gedung kantor Wali Kota Magelang sejak Rabu siang kemarin.

Pada 3 Juli tahun 2020 lalu, sejumlah personel TNI berseragam memasang patok di sejumlah titik kantor Wali Kota Magelang, yang bertuliskan: Tanah dan Bangunan Ini Milik Dephankam Cq. Mako Akabri/Mako Akademi TNI, Berdasarkan SHP No.9 Tahun 1981, IKN No.2020335014, Luas Tanah 40.000 M2.

Sekretaris Daerah Kota Magelang Joko Budiyono mengatakan pemasangan logo TNI dan plang patok di kantor wali kota tidak mempengaruhi kegiatan pemerintahan dan dan pelayanan masyarakat.

Ia juga meminta kepada para pegawai di lingkungan Kantor Wali Kota Magelang tetap tenang bekerja dan tidak terpengaruh dengan pemasangan logo tersebut.

"Tetap bekerja seperti biasa, kerjakan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat sebaik-baiknya," kata Joko dalam keterangan pers yang diterima VIVA, Kamis, 26 Agustus 2021.

Sejumlah OPD dan instansi yang berada di kompleks Kantor Wali Kota juga beroperasi seperti biasa, meskipun saat ini diberlakukan kebijakan work from Office (WFO) dan work from home (WFH). Termasuk Dinas Kesehatan Kota Magelang sejauh ini masih menjadi garda penanganan COVID-19 juga dipastikan tidak mengalami penurunan layanan.

Joko mengatakan saat ini Kota Magelang sedang fokus pada penanganan COVID-19. Apalagi kota ini masih harus melanjutkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 sesuai Instruksi Mendagri nomor 35 Tahun 2021.

"Kami sedang fokus pada penanganan COVID-19, pemulihan ekonomi dan percepatan vaksinasi. Termasuk sosialisasi protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat agar Kota Magelang turun level," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel