Heboh Kemunculan Diduga Babi Ngepet di Depok, MUI: Itu Syirik

Ezra Sihite, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok, KH Ahmad Dimyati Badruzzaman mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menelan mentah-mentah kabar tentang kemunculan babi jadi-jadian alias babi ngepet.

“Jadi saya sendiri terus terang baru tahu dari video yang tersebar. Istilah babi ngepet kemudian babi jadi-jadian seperti itu, biasanya kan hanya dalam cerita,” kata KH Dimyati saat dikonfirmasi, Selasa 27 April 2021.

Terkait hal itu, Dimyati mengatakan agar informasi jelas maka perlu ditanyakan kepada yang ahli di bidangnya. Menurut dia, dari pandangan Islam, hal seperti itu termasuk perbuatan jin dan artinya menyekutukan Tuhan alias musrik.

“Berarti ada semacam ilmu jin. Kalau benar dari manusia kemudian jadi babi ya berarti ada ilmu-ilmu yang hitam lah istilahnya, yang tidak boleh dilakukan oleh seorang Muslim karena itu syirik,” kata dia.

Namun karena kali ini kasus baru dan belum bisa dipastikan kebenarannya maka MUI akan melakukan kajian secara mendalam.

“Karena masalah baru kami MUI akan ada majelis fatwa untuk berembuk memberikan penjelasan. Yang menjadi pertanyaan apakah benar-benar babi jadi-jadian atau babi beneran,” katanya.

Di sisi lain kata Dimyati, pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya begitu saja dengan kehebohan ini.

“Ketika kita dapatkan berita harus ada tabayun atau bahasanya cek dan ricek, jangan langsung percaya,” ujarnya.

Kemudian, Dimyati menyarankan agar para saksi berterus terang.

“Coba ditanya kepada yang nangkap bagaimana sebelum ditangkap ceritanya secara jujur dan jelas, apakah manusia lalu berubah atau memang bentuknya babi, belum diteliti," imbuh dia.