Heboh Kim Jong-un Palsu, Aktivis China Bongkar Kejanggalan Tubuhnya

Bayu Adi Wicaksono

VIVA – Setelah sempat membuat heboh karena ditangkap usai merekam kondisi jenazah korban serangan Virus Corona atau COVID-19, kali ini aktivitas kemanusiaan Jennifer Zeng kembali membuat gempar dunia.

Kali ini gadis kelahiran China itu menguak sebuah kejanggalan dari diri Pemimpin Militer Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un yang mendadak muncul pada 1 Mei 2020 setelah sebelumnya sempat dikabarkan sedangkan sakit bahkan sudah meninggal dunia.

Meski tak memberikan kesimpulan tentang analisanya. Namun, dari analisa itu terlihat ada dugaan Kim Jong-un yang muncul di pabrik pupuk itu bukan yang asli.

Dalam analisanya Zeng menyisipkan beberapa foto Kim sebelum menghilang dan Kim yang muncul pada 1 Mei 2020 seperti dilansir kantor berita Korea Utara, KCNA.

"Apakah Kim Jong-un yang muncul pada 1 Mei adalah yang asli?," kata Zeng seperti dikutip VIVA Militer dari situs pribadinya, Senin 4 Mei 2020.

VIVA Militer: Kejanggalan tubuh Kim.

Kejanggalan yang pertama terlihat dari bentuk susunan gigi. Kim memiliki dua gigi kelinci di bagian depan dan terlihat rapi, sedangkan Kim 1 Mei memiliki struktur gigi depan yang tak beraturan.

Kemudian bentuk potongan rambut, terlihat Kim asli memiliki potongan rambut dengan gaya lebih tinggi dan rapih serta jenis rambut yang kaku. Sedangkan Kim 1 Mei memiliki gaya rambut lebih ceper dan jenis rambut lemas.

Lalu tahi lalat, Zeng membandingkan foto Kim ketika berpidato dan ketika melambaikan tangan pada 1 Mei. Pada foto pidato tak ada tahi lalat di tangan kanan Kim. Sedangkan Kim 1 Mei memilikinya.

Perbedaan selanjutnya ditemukan pada bentuk telinga. Kim asli memiliki bentuk telinga lebih bulat sedangkan Kim 1 Mei lebih pipih.

Untuk diketahui memang selama ini Korea Utara sengaja menutupi kondisi pemimpinnya. Hal ini tak hanya terjadi pada Kim Jong-un. Bahkan ayahnya, Kim Jong-il pernah berpura-pura masih hidup padahal sudah meninggal dunia 2 hari sebelum berhasil dibocorkan intelijen.

Korea Utara sengaja menutupi kondisi pemimpinnya untuk mengantisipasi intervensi Amerika. Mereka tak mau peristiwa kehancuran Irak terjadi pada Korea Utara.