Heboh Kompol Yuni Pesta Sabu, DPR: Propam Harus Usut Tuntas

Hardani Triyoga, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kasus tertangkapnya Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi akibat kasus Narkoba, menjadi perhatian banyak pihak. Peristiwa ini mencoreng institusi kepolisian yang seharusnya melakukan penegakkan hukum.

Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin turut prihatin atas penangkapan Yuni ini. Terlebih Yuni tak sendiri, tetapi ditangkap bersama beberapa anggotanya di sebuah hotel wilayah Bandung, Jawa Barat.

"Seharusnya anggota Polri harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Bukan justru memberikan contoh yang tidak baik dengan melakukan penyalahgunaan narkoba," kata Azis kepada wartawan, Kamis 18 Februari 2021

Azis pun menyayangkan penangkapan terhadap Kompol Yuni. Ia menyinggung segudang perjalanan karir yang dimiliki Kompol Yuni karena bertugas di bidang pemberantasan narkoba seperti Kasat Narkoba Polres Bogor dan pernah duduk di Direktorat Narkoba Polda Jabar. Dengan demikian, seharusnya Yuni bisa memberantas dan lebih tegas terhadap narkoba.

"Tentunya dengan segudang pengalaman yang ia jabat menjadi lebih ganas dalam memerangi narkoba, bukan justru malah ikut terlibat penyalahgunaan. Jangan sampai saat dirinya menjabat justru malah membantu para bandar narkoba untuk mengedarkannya. Propam harus mengusut tuntas dan melakukan penyelidikan lebih mendalam," ujarnya.

Terakhir, Azis berharap pihak Polri dapat bersikap akuntabel dan transparan dalam proses penegakan hukum maupun sanksi terhadap pelaku jika terbukti. Jangan sampai hukum diterapkan dengan tidak adil.

"Ke depan Polri harus melakukan tes rutin urine terhadap para personel polri. Jangan sampai ada kesan Polri tertutup terhadap penanganan kasus anggotanya baik dari sisi hukuman dan sebagainya. Namun, pada masyarakat justru sebaliknya, jangan ada kesan penegakan hukum tajam ke bawah tumpul ke atas," ujarnya.

Kapolsek Astanaanyar, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi ditangkap karena diduga melakukan pesta sabu bersama dengan belasan anak buahnya. Polwan cantik yang biasa disapa Dewi dan belasan anggotanya itu tengah diperiksa Propam Polri.

Terkait itu, Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Achmad Dofiri mengambil sikap dengan mencopot Kompol Dewi dari jabatannya lantaran terlibat dalam kasus tersebut. Dewi kini menjabat sebagai Pamen Yanma Polda Jabar. Pencopotan Dewi ini tertuang dalam Telegram Kapolda Jabar dengan Nomor: ST/267/II/KEP/2021.

Baca Juga: Sosok Kompol Yuni Dewi, Kapolsek yang Pesta Sabu Bareng 11 Anggota