Heboh Permen Sour Patch Kids Mengandung Narkoba, Ini Bahayanya

Lutfi Dwi Puji Astuti, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pihak berwenang menyita peredaran narkoba dalam bentuk permen yang ditemukan di Jawa Tengah. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menduga permen bermerek Sour Patch Kids itu mengandung ganja.

Secara kasat mata, tak terlihat bahwa sebungkus permen yang biasa dibawa anak-anak itu mengandung narkoba. Namun, terbukti bahwa permen asal Amerika Serikat itu memiliki senyawa kimia yang biasanya ditemukan pada ganja yaitu tetrahydrocannabinol (THC)

Meski baru ditemukan di Indonesia secara ilegal, nyatanya Sour Patch Kids tersebut telah disita di negara lain, seperti Inggris. Diketahui, berbagai insiden dialami anak muda yang mabuk karena permen yang mengandung ganja telah dilaporkan di Lake District.

Seorang juru bicara polisi mengatakan timnya telah membuat sejumlah besar penyitaan dari permen, beberapa di antaranya menuju Windermere.

"Seorang pria dari daerah setempat telah 'dibebaskan di bawah penyelidikan polisi atas dugaan kepemilikan obat yang dikendalikan dengan maksud untuk disuplai," kata juru bicara itu, dikutip dari laman NWE Mail.

“Semua permen dengan kandungan THC yang sangat tinggi ini berbahaya dan ilegal,” sambung juru bicara itu.

Dikutip dari Live Science, THC, atau tetrahydrocannabinol, adalah bahan kimia yang bertanggung jawab atas sebagian besar efek psikologis mariyuana. Ini bertindak seperti bahan kimia cannabinoid yang dibuat secara alami oleh tubuh, menurut National Institute on Drug Abuse (NIDA).

THC merangsang sel-sel di otak untuk melepaskan dopamin, menciptakan euforia, menurut NIDA. Ini juga mengganggu bagaimana informasi diproses di hipokampus, yang merupakan bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk membentuk ingatan baru.

THC dapat menyebabkan halusinasi, mengubah pemikiran dan menyebabkan delusi. Rata-rata, efeknya bertahan sekitar dua jam, dan dimulai dalam 10 hingga 30 menit setelah konsumsi. Namun, gangguan psikomotor dapat berlanjut setelah rasa tinggi berhenti.

"Dalam beberapa kasus, efek samping THC yang dilaporkan termasuk kegembiraan, kecemasan, takikardia, masalah ingatan jangka pendek, sedasi, relaksasi, pereda nyeri, dan banyak lagi," kata A.J. Fabrizio, seorang ahli kimia ganja di Terra Tech Corp, sebuah perusahaan pertanian California yang berfokus pada pertanian lokal dan ganja medis.