Heboh Puluan Babi di Tol Layang MBZ, Polisi Ungkap Penyebabnya

·Bacaan 1 menit

VIVA – Polisi mengungkap penyebab kecelakaan mobil pengangkut babi di Tol Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ). Kecelakaan ini dipastikan kecelakaan tunggal.

Menurut Kepala Subdirektorat Kecelakaan Lalu Lintas Direktorat Penegakan Hukum Korps Lalu Lintas Polri, Komisaris Besar Polisi Agus Suryo Nugroho penyebab kecelakaan adalah karena ban kendaraan yang pecah. Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

"Out off control, kecelakaan sendiri tidak ada korban jiwa," kata dia kepada wartawan, Jumat 9 Juli 2021.

Sementara itu, Kepala Unit 2 Induk Tol Jakarta Cikampek, Inspektur Polisi Satu Aris Nur Afandi menambahkan buntut kejadian ini ruas jalan tol sempat ditutup sementara. Hal itu lantaran, babi yang diangkut kendaraan terlepas di ruas jalan. Sedikitnya, ada 20 ekor babi terlepas. Sehingga dikhawatirkan mengganggu pengendara lain yang bisa berakibat fatal.

"Sekitar 20 ekor lebih harus kita evakuasi dipindahmuatkan ke kendaraan pengganti. Ruas tol elevated ditutup mengingat banyaknya jumlah babi yang harus dievakusi," kata Aris menambahkan.

Sebelumnya diberitakan, jagat media sosial dihebohkan dengan adanya kawanan babi yang lepas di Tol Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) pada Kamis 8 Juli 2021.

Akun twitternya @ayatullah77, mengunggah foto di akun twitternya yang memperlihatkan babi-babi itu lepas dari branjangan kandangnya. Ada juga seekor babi yang masih tersangkut di kandang besi tersebut. Jumlahnya, lebih dari tiga ekor yang terlihat dalam foto unggahan.

Keberadaan para kawanan babi itu lepas di Jalan Tol MBZ lantaran mobil yang mengangkut hewan babi itu mengalami kecelakaan. Sehingga, kandang dan babi terpisah dari mobil.

"Kecelakaan mobil pengangkut babi di Tol Layang MbZ KM 20 - 400 arah Jakarta. Sudah ada petugas," tulis pemilik akun @ayatullah77 tersebut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel