Heboh Surat Keberatan Eiger, Arei Curi Kesempatan

Fikri Halim
·Bacaan 2 menit

VIVA – Jagat dunia maya tak henti-hentinya membahas Eiger. Topik terkait Eiger masih jadi trending topic di Twitter hingga Jumat siang, 29 Januari 2021 ini.

Pantauan VIVA, siang ini tweet terkait Eiger sudah mencapai 60,8 ribu, atau naik sekitar 20 ribu tweet dibanding dengan tadi pagi. Saat heboh-hebohnya pembahasan surat keberatan Eiger itu, kompetitornya, Arei mencuri kesempatan.

Lewat akun Instagramnya, Arei menerbitkan surat keringanan alih-alih surat keberatan. Ditegaskan oleh Arei, siapa pun berhak untuk mengulas atau me-review produk mereka dalam bentuk apa pun, cara apapun, kamera apa pun, tema apa pun dan lokasi di mana pun. Arei mengaku ikhlas.

"Surat Cinta Untuk Areingers. Tertanda cinta dan kasih..I Love You, Wo Ai Ni, kulo tresno kaleh panjenengan, Aku Cinta kalian.. Yuk min @areioutdoorgear_catalog . Kita kasi yang ringan-ringan, jangan yang berat.. yang berat biar aku aja.. BEBASKEUN!!! #AREIGAKPILIHPILIH #AREIMILIKSEMUA," demikian tulis akun tersebut dikutip VIVA, Jumat, 29 Januari 2021.

Surat keringanan itu diberi nomor 01/Legal-Arei/I/2021 yang ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Banyak warganet yang menilai positif cara marketing seperti itu.

"Kusuka gayamu min," tulis salah satu warganet.

"Ntabs, tetaplah menghargai konsumen, Brand sebelah mulai keras ya min," timpal netizen lainnya.

"Ahhh ku kira mau nurunin harga prduk," tambah yang lainn.

Bahkan akun pecinta Eiger yakni Eigerian pun ikut berkomentar.

"Wow," tulis akun Eigerian dengan tepuk tangan dan senyuman.

Sebelumnya diberitakan, PT Eigerindo Multi Produk Industri (MPI) alias Eiger telah menyampaikan permohonan maafnya kepada YouTuber, Dian Widiyanarko yang telah mengulas atau me-review produknya. Hal ini menyusul viralnya surat keberatan dari Eiger kepada YouTuber itu.

Lewat akun Twitter resminya, Eiger membalas cuitan pemilik akun @duniadian. "Menanggapi tweet @duniadian dengan kerendahan hati kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Kami menyadari apa yang kami lakukan tidak tepat dan salah," tulis Eiger dikutip VIVA, Jumat 29 Januari 2021.

Dalam pernyataan yang ditandatangani CEO Eiger, Ronny Lukito, diakui bahwa surat tersebut memang dikirim oleh internal Eiger.

"Kami sadari apa yang kami lakukan tidak tepat dan salah. Sejatinya maksud dan tujuan awal kami adalah untuk memberikan masukan kepada reviewer agar lebih baik lagi. Tetapi sekali lagi, kami menyadari bahwa cara penyampaian kami salah," demikian isi surat dari Ronny Lukito.

Baca juga: Heboh, Awan Berbentuk seperti Gelombang Tsunami di Langit Kalbar