Heboh, Warga Satu Desa di Tuban Borong Mobil

Agus Rahmat, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, jadi sorotan. Gara-garanya ratusan warga di sana membeli mobil baru beragam jenis dalam waktu bersamaan. Video proses pengiriman mobil yang baru dibeli warga itu kini viral di media sosial.

Kehebohan itu bermula dari unggahan video oleh akun instagram @ndorobeii pada Selasa, 16 Februari 2017. Di bagian atas video tertulis, "Satu desa borong mobil. Mantap!!! ".

Dalam video itu, terlihat sejumlah truk pengangkut mobil berjalan beriringan di lokasi yang suasananya mirip pedesaan. Terlihat pula mobil patroli pengawalan, yang diduga mengawal proses pengiriman unit-unit mobil tersebut.

Baca juga: Bukan Ganja, Petugas BNN Cari Tanaman Ini Sampai ke Hutan

Akun @ndorobeii tersebut juga menyertakan keterangan: Warga ramai-ramai membeli mobil baru Terima uang ganti rugi lahan kilang minyak di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Hingga pukul 19.20 WIB, video tersebut telah ditonton 113.468 kali dan dibanjiri 1.052 komentar. Beberapa netizen menyorot soal pembayaran pajak oleh warga yang membeli. Ada juga yang mengomentari soal besaran ganti rugi lahan warga yang diterima dari Pertamina.

"Ini yang beli mobil dapat uang pengganti dari Pertamina karena wilayah tersebut mau dijadikan kilang minyak. Yang paling besar dapat ganti rugi Rp26 M," tulis akun @ni2q.

Kepala Desa Sumurgeneng, Gihanto, membenarkan ihwal video tersebut. Ia mengamini bahwa banyak warganya yang membeli mobil dalam waktu bersamaan.

"Ya, pembeliannya berkelompok. Kemarin (Minggu, 14 Februari 2021) ada 17 mobil yang dibeli dan semuanya baru. Semua mobil merk Toyota," katanya dikonfirmasi wartawan.

Sebetulnya, lanjut Gihan, ada 176 unit mobil yang dibeli oleh warganya. Namun, karena masih inden, pengirimannya tidak berbarengan.

Nah, video yang viral itu pengiriman untuk 17 unit. Jumlah tersebut di luar warga yang membeli mobil bekas. "Satu orang ada yang beli dua sampai tiga mobil,” katanya.

Gihan menuturkan, warganya ramai-ramai membeli mobil dalam waktu bersamaan setelah menerima uang ganti rugi lahan proyek nasional, yakni kilang minyak. Terdapat 280 warga pemilik lahan yang terdampak proyek.

"Semua warga Sumurgeneng telah setuju lahannya dijual untuk pembangunan kilang minyak,” ujarnya.