Heboh Warga Usir Petugas Medis Ber-APD di Bekasi

Fikri Halim, Dani (Bekasi)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Warga Desa Tanjung Sari, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi digegerkan dengan beredarnya video di group WhatsApp. Sebab, dalam tontonan video itu memperlihatkan warga menolak jenazah yang diduga positif COVID-19.

Video berdurasi 3 menit 40 detik itu mempertontonkan warga yang memenuhi lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang ada di wilayah Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Di situ terlihat juga warga mengusir petugas medis yang menggunakan alat pelindung diri (APD). Kemudian, petugas itu didorong oleh salah satu orang yang mengenakan kaos putih sambil menyatakan.

"Apa, jangan main protokol COVID. Penghinaan namanya. Apaan lo make-make baju kayak gini," cetus pria itu.

Baca juga: Kesembuhan COVID-19 di Jatim Lampaui DKI dan Jabar, Ini Penjelasannya

Meski dicerca, petugas yang ada dalam video itu tak menghiraukan. Namun, warga terlihat masih geram dan meneriaki sambil mengusir tenaga medis tersebut. Termasuk meminta melepaskan APD yang tengah dikenakannya.

Hingga durasi terakhir dalam video itu, pria berkaos putih mengenakan peci terus memaki petugas medis. Sampai akhirnya petugas itu meninggalkan lokasi TPU.

Sementara itu, Kapolsek Cikarang Utara, Kompol Alin Kuncoro mengatakan, masalah itu hanya mis komunikasi saja. Karena masyarakat tidak paham dengan itu (pemakaman).

"Sehingga jadinya mis, karena setelah korrdinasi dengan RSUD, sudah menjalankan protokol kesehatan," katanya ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu 9 Agustus 2020.