Helikopter Jatuh, Jenderal TNI Luhut Nyaris Gugur

·Bacaan 2 menit

VIVA – "Pengalaman adalah guru terbaik," begitu kata filsuf Romawi yang namanya begitu mahsyur, Cicero. Pengalaman pula yang menjadikan seorang Jenderal TNI (Purn.) (HOR) Luhut Binsar Panjaitan sosok prajurit tangguh satuan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Seperti yang diketahui, sebelum menduduki jabatan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (RI), Luhut adalah seorang Perwira Tinggi (Pati) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).

Menyandang status sebagai lulusan terbaik Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) 1970, Luhut banyak makan asam garam di dunia militer. Sebagai seorang prajurit TNI, pengalaman Luhut tak perlu diragukan.

Ia pernah mempertaruhkan nyawa di berbagai operasi militer, semisal Operasi Pemberantasan dan Penumpasan Pasukan Gerilya Rakyat Sarawak/Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (PGRS/Paraku) dan Operasi Seroja di Timor-Timur.

Siapa sangka, nyawa pria berusia 73 tahun ini pernah hampir melayang saat menjalankan tugas. Dikutip VIVA Militer dari pernyataan Luhut dalam akun Youtube Deddy Corbuzier, peristiwa mengerikan itu terjadi saat ia masih berpangkat Kapten TNI.

Diceritakan Luhut, suatu ketika ia pernah menumpangi helikopter yang mendadak oleng di udara. Mantan Komandan Detasemen 81/Kopassus (Penanggulangan Teror) atau Sat-81/Gultor, mengisahkan bagaimana suasana mencekam saat helikopter menukik tajam ke darat.

Pilot helikopter panik dan berteriak-teriak, kru mekanik yang juga ikut menaiki helikopter sudah pasrah sambil membaca doa. Luhut mengaku pasrah sambil berdoa.

"Saya pernah suatu ketika doa saya itu, orang helikopter kami itu sudah sampai (menunjukkan gesture helikopter oleng di udara), saya sebab crash (jatuh)," ucap Luhut.

"Saya doanya hanya satu saja, karena saya juga sudah hopeless (putus asa). Pilotnya sudah teriak, sudah segala macam dibaca sama kru mekanik kita. Doa saya hanya satu, 'Tuhan kehendakMu jadilah'," katanya.

Siapa sangka, Luhut dan seluruh penumpang helikopter itu berhasil selamat. Menurutnya, helikopter memasuki sebuah lubang untuk mendarat darurat. Usai menapak tanah, Luhut dan rekan-rekannya berhasil keluar dari helikopter.

Luhut mengambil hikmah dari peristiwa yang hampir merenggut nyawanya. Baginya, kejadian itu membuatnya tahu bagaimana rasanya hampir tewas. Di sisi lain, Luhut juga makin meyakini bahwa hidup adalah misteri. Hidup dan mati seseorang adalah kuasa Sang Khalik.

"Tapi tiba-tiba ada lubang, masuk lah kita ke situ. Pilotnya sampai (gesture menunjukkan pilot berguncang mengendalikan helikopter yang mendarat darurat). Karena saya masih Kapten Kopassus, masih muda, masih gagah banget. Saya pikir mau mati itu ya begitu itu," ujar Luhut.

Hingga saat ini, Luhut senantiasa mengingatkan bahwa sebagai manusia kita harus memiliki hati yang baik. Tak hanya itu, Luhut juga berpesan agar kita senantiasa berbuat baik kepada sesama.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel