Helikopter Super Puma Koopsau II Bantu Evakuasi 2 Jenazah Teroris Poso

·Bacaan 2 menit

VIVA – Memasuki hari keempat proses evakuasi dua jenazah teroris anak buah Ali Kalora, yaitu Rukli dan Ahmad Panjang yang tewas dalam operasi penyergapan di Pegunungan Tokasa pada hari Minggu, 11 Juli 2021 lalu akhirnya berhasil dilakukan oleh Tim Evakuasi dari Komando Operasi Gabungan Khusus (Koopsgabssus).

Proses evakuasi dua jenazah teroris kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) yang kerap kali berulah di Poso, Sulawesi Tengah itu bukan lah hal yang mudah. Prajurit TNI yang terlibat dalam operasi tersebut sangat kesulitan mengevakuasi jenazah korban untuk kepentingan autopsi.

Posisi camp atau tempat persembunyian teroris yang berada di tengah hutan belantara di pegunungan Tokasa, Sulawesi Tengah menjadi tantangan yang sangat hebat dalam proses evakuasi. Medan terjal, hutan belantara, serta cuaca buruk menjadi penyebab proses evakuasi harus memakan waktu hingga empat hari lamanya.

Padahal, kemarin, TNI Angkatan Udara telah memberikan dukungan Alutsista dengan mengerahkan Helikopter Caracal ke titik evakuasi. Namun, karena lebatnya hutan di sekitar pegunungan Tokasa dan posisi dua jenazah yang berada di camp tempat persembunyian yang berada di jurang kedalaman sekitar 50 meter membuat proses evakuasi kemarin gagal.

Kabar baiknya adalah, hari ini Komandao Operasi Angkatan Udara (Koopsau) II telah memberikan dukungan kepada Tim evakuasi dari satuan Komando Operasi Gabungan Khusus (Koopsgabssus) Tricakti untuk membantu proses evakuasi dua jenazah teroris jaringan MIT tersebut.

Dilansir dari keterangan resmi Puspen TNI, Pangkoopsgabsus Mayjen TNI Richard T.H Tampubolon hari ini melakukan koordinasi secara langsung dengan Pangkoopsau II Marsda TNI Minggit Tribowo untuk memperkuat Alutsista yang dapat mempercepat pengangkatan jenazah dari dalam lembah di Pegunungan Tokasa.

"Pangkoopsau II Marsda TNI Minggit Tribowo kemudian memerintahkan Dansatgasud Kolonel Pnb Vincentius Endy H.P, untuk segera mengirimkan Heli Super Puma untuk membantu evakuasi jenazah teroris MIT dari pegunungan Tokasa," kata Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (KH) Edys Riyanto dalam keterangan resminya, Rabu, 14 Juli 2021.

Dia menambahkan, sekitar pukul 11.00 WITA, Heli Super Puma yang diterbangkan oleh Pilot Mayor Pnb Budiono berhasil landing di Kosatgas Tricakti lapangan Mayonif 714/SM Poso.

Setibanya di Markas Yonif 714/SM Poso, mereka langsung melakukan short briefing yang dikoordinir oleh Asops Koopsgabsus Tricakti Kolonel Inf Frans Yohanes Purba yang didampingi Asintel Kolonel Inf M. Nasrullah Nasution, Katim Analis Kolonel Inf Bosco Haryo Yunasto, Wadansatgassus Letkol Inf Romel J. Wardhana serta Pilot dan Crew Heli Super Puma dan Heli Caracal TNI Angkatan Udara.

Setelah itu, proses evakuasi pun dilakukan dengan dipimpin langsung oleh Wakil Panglima Komando Operasi Gabungan Khusus (Wapangkoopsgabssus) Brigjen TNI Rafael Granada Baay. Dan sekitar pukul 14.30 WITA, evakuasi terhadap dua jenazah teroris kelompok MIT itu berhasil dilakukan.

Kedua jenazah teroris itu langsung diterbangkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulteng untuk menjalani autopsi dan identifikasi lebih lanjut.

“Setelah melalui semua perjuangan berat tersebut kedua jenazah teroris berhasil di evakuasi, langsung diberangkatkan ke RS. Bhayangkara Polda Sulteng untuk dilaksanakan autopsi dan identifikasi lebih lanjut oleh Tim Inafis Satgas Madago Raya,” kata Wapangkoopsgabssus Brigjen TNI Rafael.

Baca: Aksi Prajurit TNI Berjuang 4 Hari Demi Evakuasi 2 Jenazah Teroris Poso

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel