Hendak Kabur ke Luar Negeri, Presiden Sri Lanka Tertahan di Bandara

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa hari ini hendak melarikan diri ke luar negeri namun tertahan di bandara. Demikian dilaporkan sumber kepada kantor berita AFP.

Rajapaksa sudah berjanji akan mundur dari jabatannya Rabu esok dan merestui peralihan kekuasaan secara damai setelah didesak rakyat yang menginginkan dia mundur karena krisis ekonomi yang parah.

Pria 73 tahun itu pergi dari rumahnya di Colombo sebelumnya puluhan ribu massa demonstran menduduki rumah itu Sabtu lalu. Pejabat mengatakan Rajapaksa hendak melarikan diri ke Dubai, Uni Emirat Arab. Demikian dilansir laman Channel News Asia, Selasa (12/7).

Sebagai presiden, Rajapaksa tidak bisa ditangkap dan dia diyakini ingin kabur ke luar negeri sebelum mundur untuk menghindari penangkapan.

Namun pihak imigrasi menolak menemuinya di ruang VIP bandara untuk menstempel paspornya. Dia berkeras tidak mau menjalani proses imigrasi seperti warga umum karena takut dianiaya orang lain di bandara.

Rajapaksa dan istrinya bermalam di sebuah markas militer di sebelah bandara setelah empat kali ketinggalan pesawat ke Uni Emirat Arab.

Adik Rajapaksa, Basil, yang mundur dari jabatan menteri keuangan pada April alu juga ketinggalan pesawat ke Dubai kemarin pagi dengan sebab yang sama.

Basil mencoba pergi dengan layanan penumpang kelas bisnis tapi pihak bandara dan pegawai imigrasi mengatakan mereka tidak lagi mau memberikan layanan itu.

"Ada sebagian penumpang yang memprotes karena Basil ingin ikut berangkat," kata pegawai bandara kepada AFP. "Situasinya cukup panas, dia akhirnya buru-buru meninggalkan bandara."

Menurut sumber diplomatik, Basil yang juga warga negara Amerika Serikat harus membuat paspor baru setelah dia meninggalkan kakaknya di rumah kepresidenan ketika Rajapaksa melarikan diri dari serbuan massa Sabtu lalu.

Sumber pejabat mengatakan di rumah presiden itu ditemukan sebuah koper berisi penuh dokumen dan uang tunai senilai Rp 3,3 miliar yang kini berada di tangan pengadilan Colombo.

Tidak ada pernyataan resmi dari kantor kepresidenan tentang keberadaan sang presiden tapi dia masih menjabat sebagai panglima tertinggi militer.

Sumber pertahanan mengatakan, satu pilihan yang bisa diambilnya adalah pergi dengan kapal ke India atau Maladewa.

Jika Rajapaksa jadi mundur seperti yang dijanjikannya, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe akan otomatis menjadi pelaksana tugas presiden sampai parlemen memilih salah satu anggota mereka untuk merampungkan jabatan presiden yang akan berakhir pada November 2024 mendatang. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel