Hendak Mendahului Kendaraan, Pakai Klakson atau Lampu Dim?

Yunisa Herawati

VIVA – Ada dua alat komunikasi non verbal yang bisa dimanfaatkan para pengguna kendaraan, saat sedang melintas di jalan raya. Yakni, klakson dan lampu.

Dengan dua alat tersebut, pengemudi bisa memberi peringatan atau kode kepada pengguna jalan lainnya. Baik ketika berpapasan, maupun saat hendak mendahului.

Nah, mana yang lebih ideal untuk dipakai saat ingin menyalip kendaraan lain, klakson atau lampu dim?

Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu mengatakan, fungsi kedua alat itu sama saja. Yang harus diperhatikan adalah kondisi penggunaannya.

“Penggunaannya tergantung kondisi, karena itu sebagai informasi untuk keberadaan kita. Kalau siang gunakan klakson, sedangkan malam gunakan lampu dim,” ujarnya, dikutip dari Seva.id, Sabtu 9 November 2019.

Meski demikian, penggunaan klakson juga harus mementingkan etika, jangan sampai menyebabkan keributan di jalan raya. Sebab, suara yang dihasilkan tidak memiliki nada, sehingga bisa disalahartikan.

“Gunakan klakson dengan sekali tekan saja, agar tidak mengganggu. Jangan berlebihan, nanti malah dapat menimbulkan keributan,” tuturnya.

Pada malam hari, sebaiknya jangan menggunakan klakson kecuali benar-benar mendesak. Penggunaan klakson dapat mengganggu mereka yang sedang beristirahat. Lebih baik, gunakan lampu dim jika ingin menyalip kendaraan yang berada di depan.

“Cukup gunakan lampu dim seperlunya, jangan sampai alat komunikasi ini mengganggu pengendara lain. Gunakan dengan sekali atau dua kali kedipan saja, jangan berlebihan,” jelasnya.