Hendra Subrata, Buron Kejaksaan Bakal Dideportasi dari Singapura

·Bacaan 1 menit

VIVABuronan Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang masuk daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, atas nama Hendra Subrata alias Anyi akan segera dideportasi dari Singapura. Di Singapura, Hendra menggunakan paspor atas nama Endang Rifai.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak menjelaskan Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Kejaksaan Agung pada 18 Februari 2021 dihubungi oleh Atase Kejaksaan pada KBRI Singapura.

Menurut dia, Atase Kejaksaan pada KBRI Singapura menyampaikan bahwa ada seseorang warga negara Indonesia (WNI) yang bernama Endang Rifai (ER) berada di KBRI Singapura, hendak memperpanjang paspornya.

“Setelah dicek identitasnya, bahwa Endang Rifai adalah orang yang sama dengan seorang WNI bernama Hendra Subrata alias Anyi,” kata Leonard melalui keterangannya pada Kamis, 24 Juni 2021.

Menurut dia, Jaksa Agung ST Burhanuddin telah berkomunikasi serta meminta bantuan Yang Mulia Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Singapura, agar dapat membantu pemulangan buronan Hendra Subrata ke Indonesia pada 19 Februari 2021.

Rencananya, kata dia, pemulangan Hendra Subrata dilakukan bersamaan dengan buronan terpidana Adelin Lis menggunakan pesawat khusus yang telah dipersiapkan Kejaksaan Republik Indonesia (pesawat charter).

“Tapi, deportasi terhadap terpidana Hendra Subrata direncanakan akan tiba di Indonesia pada Sabtu, 26 Juni 2021,” ujarnya.

Hendra Subrata merupakan terpidana yang masuk dalam buronan (DPO) Kejaksaan Republik Indonesia cq. Kejaksaan Negeri Jakarta Barat. Ia terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan percobaan pembunuhan terhadap korban Herwanto Wibowo, sebagaimana diatur Pasal 338 KUHP jo Pasal 53 Ayat (1) KUHP, dengan pidana penjara selama empat tahun.

Baca juga: Terungkap, Motif Penembakan Wartawan di Simalungun

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel