Hentikan Kebiasaan Charger Ponsel di Tempat Tidur Jika Tak Ingin Ini Terjadi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Australia - Banyak individu memiliki kebiasaan mengisi ulang baterai di tempat tidur. Biasanya mereka akan meninggalkan ponsel yang dicas semalaman di tempat tidur.

Kebiasaan tersebut kerap dilakukan agar saat pagi hari ponsel bisa digunakan untuk beraktifitas. Namun, kebiasaan ini memiliki konsekuensi yang berbahaya. Seperti yang baru-baru ini dialami seorang pengguna Facebook.

Melansir dari India Times, Senin (3/1/2022), sebuah foto yang dibagikan oleh Departemen Pemadam Kebakaran Australia di Facebook, menunjukkan sebuah sprei putih hangus di sebelah ujung charger yang tampaknya telah kehilangan lapisan pelindungnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pelindung kabel meleleh

Ilustrasi Charger Ponsel Credit: pexels.com/Karolina
Ilustrasi Charger Ponsel Credit: pexels.com/Karolina

Tampak lapisan pelindung pengisi daya meleleh dengan membakar seprai dan penutup lainnya.

“Apakah anak-anak Anda memiliki tablet atau ponsel? Pastikan mereka tidak pernah mengisi daya elektronik di tempat tidur. Ajari mereka untuk mengikuti pedoman pabrikan. Isi daya pada permukaan datar tanpa bahan yang mudah terbakar di sekitarnya, pastikan tidak ada benda asing di konektor atau steker dan hindari aksesori murah seperti kabel,” keterangan dalam unggahan itu.

Dalam unggahan itu mengatakan penting untuk memeriksa apakah kabel pengisi daya dalam kondisi baik sebelum menggunakannya. Kabel harus segera dibuang jika ada tanda-tanda kehangusan.

“Kabel yang rusak dan pengisian dalam kondisi yang tidak aman bisa menimbulkan risiko sengatan listrik dan kebakaran,” katanya.

Menjadi viral

Unggahan tersebut sontak menarik perhatian para pengguna Facebook. Hingga kini unggahan tersebut menjadi perbincangan viral bahkan mengumpulkan lebih dari 381 kali dibagikan.

Warganet juga menanggapi unggahan tersebut dengan pengalaman serupa.

“Saya mengatakan ini kepada putri saya juga dan sekarang dia mengisinya dengan pengisi daya portable di bangu, jauh lebih aman dan mengurangi stres bagi saya,” kata seorang warganet.

“Kami pernah mengisi daya telepon kami di sebuah buku di meja kami. Telepon memanas begitu banyak buku terbakar. Asap belum sampai ke detektor asap. Bau busuk mengingatkan kami terlebih dahulu. Beruntung kami tidak tidur,” tulis pengguna lain.

Cara mengatasinya

Ilustrasi mengisi daya smartphone di mobil menggunakan car charger. Dok: digitaltrends.com
Ilustrasi mengisi daya smartphone di mobil menggunakan car charger. Dok: digitaltrends.com

Tindakan tersebut memang sangat kecil terlihat tak berisiko, tetapi sebenarnya hal itu sangat berbahaya karena memicu kebakaran. Risiko terjadinya kebakaran akan semakin meningkat apabila Anda tertidur sambil meninggalkan ponsel yang dicas dalam keadaan memutar video atau musik.

Memutar video dan musik dalam ponsel bisa menguras baterai, hal ini bertambah parah apabila digunakan saat dicas juga. Tindakan ini dapat membuat ponsel menjadi overheat karena mengalami banyak tugas, mengisi baterai sekaligus mengurangi pemakaian baterai secara bersamaan.

Akan bertambah parah jika ponsel tertutup kain maka tak bisa membuat panas dari ponsel menjadi bebas. Hingga akhirnya dapat memicu kebakaran. Akan tetapi, hal itu bisa dicegah kalau Anda mempertimbangkan lima hal di bawah ini:

1. Jauhkan ponselmu di area tempat tidur saat dicas.

2. Kualitas chargeran juga amat penting, jangan sampai Anda membeli produk tiruan yang tidak terjamin keselamatan dan keamanannya.

3. Pastikan ponselmu tidak dalam keadaan memutar video atau musik saat dicas.

4. Jika ponselmu dalam keadaan panas berlebihan, ada baiknya untuk memilih mode off untuk mendinginkannya.

5. Cabut charger jika baterai ponsel sudah 100 persen terisi, itu sebabnya ada baiknya untuk tidak mengecas baterai semalaman karena Anda bisa mengawasinya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel