Hercules Berharap Divonis Sesuai Hukum

Jakarta (ANTARA) - Tokoh pemuda asal Timor Timur, Hercules Rosario Marshal (44), yang menjalani sidang perdana dugaan aksi premanisme di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis, berharap bisa divonis sesuai hukum yang berlaku.

"Insya Allah, mudah-mudahan kejaksaan bisa tuntut kami dengan pasal yang berlaku. Mudah-mudahan bisa divonis dengan hukum yang berlaku," kata Hercules sesaat sebelum menjalani sidang.

Hercules juga menuturkan telah menerima dengan baik semua keputusan. Ia juga mengaku selama berada di tahanan Polda Metro Jaya diperlakukan layak dan berharap hukum bisa tetap ditegakkan.

"Kami hormati hukum, kami percayakan kepada kejaksaan dan pengadilan," katanya.

Sidang perdana Hercules dimulai sekitar pukul 11.49 WIB di Ruang Kusumah Atmadja PN Jakarta Barat. Mualaf yang mengganti namanya menjadi Muhammad Mubarak Hercules Rosario itu mengenakan batik biru dengan peci berwarna senada dan disidang bersama seorang tersangka lainnya, M Sidik.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap dan menahan Hercules bersama 49 orang pengikutnya setelah terlibat bentrokan dengan petugas di Kompleks Pertokoan Rich Place Jalan Meruya Ilir Nomor 34-40 Kelurahan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (8/3).

Polda Metro Jaya menetapkan status tersangka terhadap Hercules dan 49 orang anak buahnya, terkait dugaan kepemilikan senjata api, melawan petugas dan menghasut.

Selain itu, penyidik juga menetapkan tersangka kepada 49 orang lainnya yang diduga sebagai pengikut Hercules, dengan jeratan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, Pasal 214 KUHP kejahatan melawan kepada petugas dan Pasal 2 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.