Hercules, dari Preman hingga Pemimpin Akademi

TEMPO.CO, Jakarta - Hercules Rosario Marshal dikenal sebagai preman yang menguasai Jakarta. Ketenaran itu diawali pada 1987, ketika ia mulai menduduki Tanah Abang. Bersama kelompok etnis Timor Timur: Alfredo Monteiro Pires, Logo Vallenberg, Germano, Luis, Jimmy, dan Anis, Hercules menjalankan jasa keamanan. Mereka menarik tip dari pedagang, angkutan umu, menjalankan prostitusi, serta mengelola perjudian di pinggir rel.

Cukup lama kelompok Hercules bertahan di Tanah Abang, sekitar 10 tahun. Kekuasaannya baru berakhir di November 1997, ketika dipukul mundur oleh Muhammad

Yusuf Muhi alias Bang Ucu Kambing, dan warga sekitar Tanah Abang.

Tersingkir dari Tanah Abang, usaha Hercules berpindah-pindah. "Dia tetap menjalankan usaha keamanan," kata Kolonel (Purnawirawan) Gatot Purwanto, yang memboyong Hercules ke Jakarta.

Cerita soal Hercules di Tanah Abang sendiri pernah menjadi pemberitaan harian Indo Pos, berjudul Reformasi Preman Tanah Abang: Hercules Kini Jadi Santun. Berita pada 19 Desember 2005 itu membuat berang anak buah Hercules. hingga mereka menyerbu kantor Indo Pos di Gedung Graha Pena, Jakarta Selatan, 20 Desember 2005.

Dari penyerangan, lima wartawan mengalami luka-luka. Sedangkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis Hercules bersalah, dan diganjar dua bulan penjara. Kala urusan hukum selesai, Hercules sempat terjun ke bisnis kapal dan perikanan.

Jejak Hercules tidak cuma menyangkut kekerasan saja. Ia pun sempat merambah ke dunia pendidikan dengan mengambil alih Lembaga Pendidikan Kesekretarisan Saint Mary, pada 25 September 2006. Bahkan ia ikut serta dalam pendirian pesantren di Indramayu, Jawa Barat.

Bersama Prabowo Subianto, Hercules bergabung dengan Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB). Bahkan ia menjabat posisi ketua dan mendukung Prabowo menjadi calon presiden 2014. Dan dari Keraton Surakarta, Hercules dianugerahkan gelar Kanjeng Raden Haryo Yudhopranoto atau kesatria penata perang.

"Hercules memiliki pengetahuan yang bagus tentang Jawa," kata Kanjeng Raden Haryo Tumenggung Sumodiningrat Agus Irianto, kerabat Keraton Surakarta.

MAJALAH TEMPO | PDAT | EVAN | CORNILA DESYANA

Berita Populer

Inilah Asal-usul Julukan Hercules 

Hukum Pemilik Vila Liar, 10 Tahun Penjara  

Kantor Tempo Diserang

Hercules, dari Dili ke Tanah Abang 

Rizal Mallarangeng Ogah Vilanya Dibongkar

Vila Liar, Rizal Tak Gentar Dipenjara 10 Tahun 

Ahok Ancam Perokok Tak Bisa Berobat Gratis

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.