Heru Budi Hartono soal Kesiapan jadi Pj Gubernur DKI: Hari Esok Penuh Misteri

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepala Sekretariat Kepresidenan Heru Budi Hartono menjadi salah satu kandidat Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan. Bahkan, namanya pun diusulkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta pada Selasa (13/9) lalu.

Menanggapi hal tersebut, Heru tidak ingin berkomentar banyak. Menurut dia, keputusan pemilihan Pj merupakan misteri.

"Jawabannya hari esok penuh misteri. Kalau misteri enggak perlu dijawab," kata Heru di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (23/9).

Heru mengatakan, banyak kandidat yang lebih baik daripada dirinya. Namun, dia mengaku pernah mengemban amanah yang berkaitan dengan Jakarta.

"Saya pernah merangkap juga (jadi) wali kota Jakarta Utara, merangkap Biro KDH. Nanti, itu kan masih lama, satu bulan. Bisa delegasikan. Memang ke saya? Kan banyak kandidat yang lebih bagus bagus," tambah Heru.

Heru enggan disebut sebagai kandidat Pj Gubernur DKI Jakarta terkuat. "Ah orang saya ngangkat 50 kilo aja enggak kuat," seloroh Heru.

Sebagai informasi, masa jabatan Anies Baswedan dan Ahmad Riza Patria sebagai kepala dan wakil kepala daerah akan berakhir pada 16 Oktober mendatang.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi pun telah mengirimkan tiga nama usulan Penjabat (Pj) gubernur pengganti Anies Baswedan pada Rabu (14/9). Pras menyerahkan tiga nama tersebut kepada Sekterasis Jenderal Kemendagri Suhajar Diantoro.

Nantinya, nama usulan akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo dan dirapatkan untuk menentukan siapa Pj gubernur yang dipilih dari usulan tersebut.

"Kita ajukan ke Pak Presiden, Pak Presiden akan lakukan sidang Tim Penilai Akhir (TPA), yang nanti tentu berkembang apapun keputusannya," kata Mendagri Tito Karnavian saat rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (31/8) lalu. [tin]