Heru cek proyek rumah pompa Pulomas yang berfungsi hadapi banjir

Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengecek proyek rumah pompa Pulomas yang berfungsi untuk menghadapi banjir dengan cakupan wilayah penanganan mencapai sekitar 640 hektare.

"Rumah pompa ini mampu mengatasi genangan di Jalan Ahmad Yani, Jalan Pemuda, Kampung Ambon. dan Jalan Perintis Kemerdekaan," kata Heru di Jakarta, Kamis.

Rumah pompa Pulomas berada di kawasan Waduk Ria Rio, Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Berdasarkan Pusat Data dan Informasi Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, pembangunan rumah pompa Pulomas diperkirakan sudah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan rampung akhir 2022.

Proyek rumah pompa itu diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp250 miliar masih dalam satu paket dengan pembangunan polder Artha Gading, polder Kampung Ambon, dan polder Kali Betik.

Pembangunannya meliputi dinding penahan tanah, pipa buang, pintu air, dan saluran.

Proyek infrastruktur untuk pengendalian banjir itu dikenal dengan 942 atau sembilan waduk, empat polder atau rumah pompa, dan dua kali atau sungai.

Rumah Pompa Pulomas di Waduk Ria Rio ini nantinya akan dilengkapi tiga unit mesin pompa air berkapasitas total 5,5 meter kubik per detik.

Rinciannya, dua mesin berkapasitas 2,25 meter kubik per detik dan satu mesin berkapasitas satu meter kubik per detik.

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), di Jakarta diperkirakan mengalami puncak musim hujan pada Januari-Februari 2023.

Terkait dengan itu, Heru mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika terjadi cuaca ekstrem.

"Musim hujan semakin mendekati puncak. Saya mengimbau masyarakat Jakarta untuk lebih waspada dan batasi kegiatan di luar rumah jika cuaca menjadi ekstrem," ujar Heru.

Sementara itu, Dinas SDA DKI juga melakukan pengerukan lumpur di kawasan Waduk Ria Rio untuk menambah kapasitas tampung air.

Kepala Dinas SDA Yusmada Faizal menambahkan pengerukan tidak hanya dilakukan di waduk itu tapi sekitar 100 titik baik waduk dan sungai.

"Supaya kapasitas saluran, waduk, itu sesuai dengan kapasitasnya, sehingga air bisa ditampung cepat," ucapnya.
Baca juga: BPBD DKI minta RT/RW laporkan potensi rawan longsor
Baca juga: Waduk Wirajasa mampu atasi banjir di Cipinang Melayu
Baca juga: Sudin SDA Jaktim bangun saluran air antisipasi banjir di Cilangkap