Heru tampung masukan organisasi internasional tangani masalah DKI

Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menampung masukan dari organisasi internasional untuk menangani sejumlah permasalahan di Ibu Kota.

"Perpindahan Ibu Kota ke IKN. Ini tantangan besar bagi Jakarta, selain iklim, transportasi dan lainnya. Untuk itu, perlu berbagai masukan dan ide," kata Heru di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, permasalahan yang dihadapi Jakarta harus dibenahi dari hulu hingga hilir.

Untuk itu, ia terus meningkatkan dan mengembangkan kerja sama dengan semua pihak, baik dengan para pemangku kepentingan, mitra organisasi nasional maupun internasional, serta seluruh lapisan masyarakat di Jakarta.

Ia menyebut beberapa organisasi internasional seperti organisasi pemerintahan kota dan pemerintah daerah (UCLG) serta jaringan 40 pemerintah kota (C40) berdiskusi terkait program perubahan iklim dan nol emisi karbon serta kendaraan listrik untuk transportasi publik di Jakarta.

Baca juga: Erick dan Pj Gubernur DKI sepakat sinkronisasi transportasi publik

"Bank Dunia juga menyampaikan program-program yang bisa didukung. Tantangan dan permasalahan yang ada harus dihadapi bersama agar pembangunan Kota Jakarta terus berkelanjutan," imbuh Heru.

Akselerasi transformasi pembangunan di berbagai sektor kehidupan juga perlu terus diupayakan, lanjut dia, untuk optimalisasi berbagai program dan kebijakan pembangunan di Kota Jakarta.

"Jakarta pasti banyak permasalahan, di sisi lain Indonesia harus berkembang. Ke depan, para mitra organisasi internasional dapat memberikan pandangan kepada kami dalam menghadapi perubahan kebijakan pemerintah, seperti perpindahan Ibu Kota ke IKN," ujarnya.

Heru mengundang sejumlah organisasi internasional untuk mengatasi sejumlah tantangan yang dihadapi selama ini.

Adapun mitra organisasi internasional yang hadir antaranya UCLG, ICLEI Indonesia, Vital Strategies, C40, UNESCO, UNDP Indonesia, Deutsche Geselschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Indonesia.

Baca juga: Menhub dan Pemprov DKI tingkatkan koordinasi integrasi angkutan massal

Kemudian UNICEF, Smart Change Project, Bank Dunia, Food and Agriculture Organization (FAO), World Resources Institute (WRI) Indonesia, Resilience Development Initiative (RDI), United Nations Resident Coordinator, dan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP).