Hewan Ini Ada di Bumi Sejak Belasan Ribu Tahun Lalu

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Lukisan seekor kanguru sepanjang dua meter membentang di langit-langit lereng bebatuan di atas Sungai Drysdale, Australia.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Nature Human Behavior, peneliti memperkirakan karya seni itu berusia antara 17.100-17.500 tahun, menjadikannya sebagai lukisan batu tertua di Australia.

Peneliti menggunakan teknik penanggalan radiokarbon pada 27 sarang tawon lumpur yang ada di atas dan dibawah 16 lukisan berbeda dari 8 batu. Lukisan dengan gaya tersebut diproduksi antara 13.000-17.000 tahun yang lalu.

Dilansir dari situs Science Alert, Rabu, 24 Februari 2021, proyek ini berbasis di Kimberley, salah satu kawasan seni cadas utama dunia. Seringkali karya seni generasi muda dilukis di atas karya yang lebih tua. Kemudian peneliti mempelajari gaya dan fitur lukisan tumpang tindih untuk menentukan gaya lukisan.

Lukisan diidentifikasi sebagai gaya yang paling baru adalah periode Wanjina. Gaya tertua ini sering kali menampilkan hewan seukuran manusia dalam bentuk garis besar, dengan garis-garis yang tidak beraturan.

Oker yang digunakan adalah oksida besi dengan warna murbei merah. Sayangnya, belum ada metode penanggalan ilmiah yang dapat menentukan kapan cat ini diaplikasikan pada permukaan batuan.

Pendekatan yang berbeda adalah dengan menghitung fosil sarang serangga atau pertambahan mineral pada permukaan batuan. Tanggal-tanggal ini memberikan rentang usia maksimum atau minimum untuk lukisan itu.

Fenomena lain dari ditemukannya lukisan kanguru ini adalah adanya fosil sarang tawon lumpur di atas dan di bawah lukisan. Peneliti menentuan tanggal dari tiga sarang tawon yang mendasari lukisan itu dan tiga sarang yang dibangun di atasnya.

"Kami yakin bahwa lukisan tersebut berusia antara 17.100-17.500 tahun, kemungkinan besar mendekati usia 17.300 tahun," kata peneliti.