Hidayat Kaget Presiden PKS Luthfi Hasan Jadi Tersangka KPK

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hidayat Nur Wahid mengaku kaget dengan dugaan penetapan tersangka Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq (LHI) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Anda tau darimana? Informasi resmi atau bukan?," ujar Ketua Fraksi PKS itu ketika dihubungi, Rabu (30/1/2013).

Diketahui, KPK memastikan adanya praktik suap terkait impor daging sapi. Disebutkan anggota DPR tersebut adalah LHI. Beredar kabar LHI adalah Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq.

Hidayat mengatakan pihaknya akan berkoordinasi mengenai proses penyelesaian kasus tersebut.

"Tunggu sebentar nanti kita akan klarifikasi persoalannya dulu," ujarnya.

Mengenai rapat di DPP PKS, Hidayat mengatakan tidak membicarakan suatu kasus. Namun rapat soal pemenangan pemilu 2014.

"Ini rapat rutin DPP setiap minggu," imbuhnya.

Mantan Presiden PKS itu mengatakan pihaknya akan mengkaji permasalahan tersebut. Pasalnya, proses penetapan tersangkan oleh KPK melalui suatu proses.

Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan bukti kuat keterlibatan anggota DPR RI berinisial LHI terlibat dalam kasus dugaan suap terkait impor daging sapi. Selain anggota DPR, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka yakni dua orang dari pemberi uang yakni AAE dan DE. Serta penerima suap berisinial AF.

"Dari gelar perkara kita temukan alat bukti cukup berkaitan dengan dugaan suap yang dilakukan JE selaku pemberi bersama AAE kepada AF," ujar juru bicara KPK Johan Budi SP dalam  jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (30/1/2013):

"Kemudian kita temukan bukti cukup kepada angota DPR berinisial LHI. KPK temukan dua alat bukti cukup bahwa LHI terlibat tindak pidana dugaan suap," lanjut Johan.

Saat dicecar dari Partai dan komisi  berapa, Johan tidak menjawab. "Yang jelas dia anggota DPR. Silakan saja cek, komisi yang berkaitan pangan," jelas Johan.

Dari penangkapan tersebut, KPK menemukan uang sebanyak Rp 1 miliar

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.