Hidayat Nur Wahid: Seruan Jihad Tidak Disampaikan Melalui Azan

Bayu Nugraha, Anwar Sadat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebuah video orang mengumandangkan azan mendadak menjadi viral. Bagaimana tidak, lafadz azan ada yang diubah dengan seruan berjihad. Tak ayal seruan kalimat 'hayya alal jihad' langsung mendapat reaksi dari berbagai tokoh dan kalangan.

Salah satu yang turut angkat bicara mengenai seruan jihad ini adalah Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW). Menurutnya, ajakan jihad dulu memang pernah dikumandangkan oleh pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy'arie, dan juga pengurus besar Muhammadiyah.

Namun, HNW menjelaskan, pada saat itu kumandang jihad diserukan untuk menghadapi penjajah. Seruan jihad itu juga yang membuat rakyat Indonesia semangat mengusir penjajah.

"Ajakan “Jihad”, dulu pernah dikumandangkan oleh KH Hasyim Asy’ariy dg Resolusi Jihad (22/10/1945) dan PB Muhammadiyah dg Amanat Jihad(28/5/1946), tapi keduanya Jihad melawan penjajah Belanda," kata HNW, dalam akun twitter-nya @hnurwahid, Selasa 1 Desember 2020.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini juga mengatakan seruan jihad kala itu tidak disampaikan dalam azan. Seperti itulah ajakan yang tepat untuk jihad.

Hidayat tidak setuju jika ajakan berjihad itu dilafalkan dalam bentuk panggilan salat atau azan. Karena untuk pelafalan azan sendiri sudah ada aturan yang diajarkan sejak zaman nabi Muhammad SAW.

"(Seruan jihad) Tidak disampaikan melalui adzan. Begitulah seharusnya. Karena adzan sudah ada aturannya," ujar Hidayat. (ren)

Baca juga: Heboh Azan Hayya Alal Jihad, Kemenag Minta Jangan Terprovokasi