Hidayat PKS Minta Dipo Sebut Nama Ketua Fraksi

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid meminta Menteri Sekretaris Kabinet Dipo Alam menyebut langsung nama ketua fraksi yang terlibat korupsi anggaran negara. Dipo bahkan diminta tidak melakukan politik lempar bantu sembunyi tangan. "Agar tidak menjadi fitnah," katanya kepada Tempo, Selasa, 13 November 2012. 

Kemarin, dalam konferensi pers Dipo menyebutkan ada salah satu ketua fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat yang terlibat dalam korupsi anggaran negara. Modusnya adalah menciptakan program serta mengamankan alokasi anggaran yang sudah digelembungkan itu agar disetujui oleh DPR.

Dipo menyebut dugaan ini berdasarkan laporan dari pegawai negeri sipil menyusul surat edaran Nomor 542 terkait pencegahan praktek kongkalikong anggaran di instansi pemerintah. Dia bahkan mengklaim, laporan pegawai negara itu disertai bukti-bukti.

Hidayat mengapresiasi keberanian Dipo menghentikan kongkalikong anggaran di Kementerian dan DPR. Namun, dia meminta Dipo tidak tanggung-tanggung melangkah. Menurut dia, jika sudah ada bukti, sebaiknya nama ketua fraksi di DPR langsung disebut. "Ketua fraksi cuma ada sembilan," katanya.

Mantan Ketua MPR ini menjelaskan, penunjukan langsung nama politikus penting untuk membantu penegakan hukum. Jika tidak ada klarifikasi nama, hal itu tidak akan membantu menciptakan pemerintahan yang bersih. Dia menantang Dipo untuk membawa persoalan ini ke penegak hukum. "Kalau jujur tunjuk saja," ujarnya.

WAYAN AGUS PURNOMO

Berita Terpopuler

Alasan PPP Mau Calonkan Rhoma Irama Jadi Presiden 

DPR Setuju Dubes Malaysia Diusir 

Kata Ibas Soal DPR Pemeras BUMN 

''Ada Menteri Koordinator yang Rapornya Merah'' 

Upeti BUMN ke DPR, KPK: Pembuktiannya Gampang 

LSI Ragukan Rhoma Irama Di Pemilu 2014

 

 

 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.