Hidup di Luar Angkasa, Astronot Bakal Coba Bercocok Tanam

Pius Yosep Mali, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA –Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat, atau National Aeronautics and Space Administration (NASA) kembali melakukan rutinitasnya, mengirim astronot ke luar angkasa menggunakan pesawat buatan SpaceX.

Meski demikian, penerbangan luar angkasa yang dilakukan kali ini akan menjadi berbeda dari biasanya. Ini terjadi lantaraa para awak akan memulai beberapa eksperimen baru, dan tak terbayangkan sebelumnya.

Melansir dari situs Space, Sabtu 14 November 2020, beberapa hal yang akan dilakukan para astronot Crew-1, yakni mulai dari menguji mikroba yang bisa menghancurkan batuan, serta melakukan tes bagian-bagian penting untuk pakaian antariksa di masa depan, serta eksperimen anak sekolah.

Uji coba yang dilakukan dalam penerbangan kali ini berkaitan dengan fisiologi makanan. Mengambang dalam jangka lama di luar angkasa bisa mengubah sistem kekebalan.

Dari percobaan fisiologi makanan tersebut, nantinya bisa diketahui perubahan pola makan para astronot. Dengan cara ini pula, akan didapat informasi untuk nantinyanya mengubah atau bahkan meningkatkan pola makan di luar angkasa, serta kesehatan awak pesawat luar angkasa tersebut.

Selain itu, percobaan berikutnya bernama Genes in Space-7. Finsam Samson dan Yujie Wang dari Troy High School, Michigan menjadi pemenang pada kompetisi Genes in Space. Mereka akan mempelajari berubahnya fungsi otak saat astronot berada di luar angkasa.

Tak kalah penting adalah melakukan uji coba pakaian Antariksa. NASA diinformasikan telah menyiapkan pakaian yang mereka sebut dengan Exploration Extravehicular Mobility Unit (xEMU), yang memanfaatkan uap air untuk menjaga suhu tetap ideal selama berada di luar angkasa.

Crew-1 juga akan bercocok tanam melanjutkan penelitian sebelumnya dengan menanam selada, bunga dan tanaman lainnya. Pesawat ruang angkasa Cygnus Northrop Grumman telah mengirim benih lobak ke ISS dan akan ditanam oleh para astronot.

Astronot NASA di masa depan akan menggunakan tanaman tersebut sebagai bahan makanan mereka. Lobak diketahui sangat bermanfaat karena memiliki gizi yang tinggi dan kemampuannya yang bisa tumbuh dengan cepat.

Astronot juga akan mengamati mikroba yang mampu berinteraksi dengan batuan sebagai bagian dari percobaan BioAsteroid, yang akan dirilis pada 2 Desember mendatang.

Di masa depan, penelitian ini bisa mendukung kehidupan manusia di bulan, memecah batuan menjadi tanah untuk digunakan bercocok tanam hingga mengekstraksi mineral dari batuan.

Baca juga: Ditemukan Virus Baru di Dunia Medis, tapi Gak Menyerang Manusia.