Hidup Penuh Liku, Pria Ini Sukses Bikin Startup Video Game Senilai Rp1,57 Triliun

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang pria di Amerika Serikat, Josh Fabian sukses mendirikan startup platform pelatihan video game online, Metafy yang berbasis di Pittsburgh. Platform online berusia 2 tahun itu menawarkan para pemain video game pemula untuk sesi pelatihan dengan beberapa pemain top dunia.

Dilansir dari CNBC International, sejak diluncurkan pada puncak pandemi Covid-19, Metafy telah menarik lebih dari 50.000 pengguna dan ribuan pelatih, termasuk pemain papan atas game populer seperti League of Legends dan Super Smash Bros. Perusahaan tersebut juga telah mengumpulkan suntikan dana hampir USD34 juta dari investor, dan mengantongi nilai sebesar USD105 juta atau Rp1,57 triliun pada Februari 2022.

Di balik kesuksesannya, Fabian mengungkapkan, hal itu tentu tidak dicapainya secara instan. Di usia usia 16 tahun, dia mulai hidup mandiri dan tidak lagi tinggal bersama orang tua angkatnya.

Namun saat itu, Fabian putus sekolah dan menjadi ayah untuk pertama kalinya pada usia 20 tahun. Untuk sementara waktu, dia dan pasangannya saat itu hidup dari kupon makanan, kadang-kadang mencuri popok dan perlengkapan lain untuk anak merek.

Meski tidak menempuh pendidikan secara lengkap, Fabian adalah seorang ahli coding secara otodidak. Sumber penghasilan utamanya saat itu adalah mendesain situs web kecil dengan harga sekitar USD 100 per produksi.

Dengan kemampuannya itu pun, Fabian terus giat dan mengikuti kursus coding selama tiga bulan di Chicago, yang menghasilkan pekerjaan desainer web dengan startup pasar sosial Obaz pada tahun 2012.

Kemudian pada tahun 2016, Fabian mencoba meluncurkan Kitsu, sebuah platform jejaring sosial bagi para penggemar komik anime dan manga untuk saling terhubung dan mendiskusikan judul-judul baru. Namun peluncuran platform itu tentunya tidak tanpa pengorbanan, ketika Fabian sempat kehabisan uang, dan terus kembali ke ide pelatihan video game.

Mengetahui kegemaran anak-anaknya bermain gim, Fabian menghubungi beberapa pemain profesional untuk melihat apakah mereka bersedia melatih anak-anaknya. Dengan jasa berbiaya USD 20 per jam, yang menurut Fabian lebih murah daripada yang dia bayarkan untuk babysitter.

Belakangan, Fabian menemukan bahwa sumber pendapatan utama pelatih adalah pekerjaan gudang dengan upah minimum. "(Saya menyadari) saya tidak sendirian, dan pasti ada ratusan ribu orang yang mengalami perasaan menjadi benar-benar hebat, sangat sedikit orang yang pernah benar-benar hebat dalam sesuatu dan tidak mampu mencari nafkah dengan melakukannya," ungkapnya.

Dari ide pelatihan video games, Fabian Tom McNiven, seorang insinyur perangkat lunak yang dia sewa untuk membantu mengembangkan Kitsu, mulai menyempurnakan detail untuk platform baru dan menulis kode di waktu luang mereka, hingga terbentuknya Metafy.

Metafy didanai dengan baik dengan aliran pendapatan yang andal: Perusahaan menghasilkan uang dari biaya 5 persen yang dibebankan kepada setiap pengguna. Fabian mengatakan, dia ingin platformnya menjadi tuan rumah konten bergaya MasterClass untuk game dan acara di mana pelatih dan siswa dapat bertemu, atau bahkan bersaing dalam kehidupan nyata.

Reporter: Natasha Khairunnisa Amani

Sumber: Liputan6.com [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel